BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Jasad Tasam, bin Sariman, warga Desa/Kecamatan Kanor akhirnya ditemukan kemarin (5/2), di sekitar selatan Jembatan Kanor-Rengel (Kare).
Kakek 67 tahun itu, hilang sejak 21 Januari lalu, saat memcari kayu bakar di aliran Sungai Bengawan Solo. Meski ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, namun kepulangan jasad Tasam tetap dinantikan.
‘’Meski tetap berharap ditemukan, pihak keluarga sudah sempat mengikhlaskan,” ungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro Laela Noer Aeny, pasca bertemu dengan pihak keluarganya di RSUD kemarin (2/5).
Sontak kabar ditemukannya Tasam itu, membuat pihak keluarga lega.
Anak-anak dari almarhum Tasam, sejauh ini mengaku optimis bahwa orangtuanya bisa ditemukan. Akhirnya, terbukti. ‘’Masih optimis ditemukan, jadi setiap malam itu di rumahnya masih kerabat yang jagongan,” imbuhnya.
Kepala Desa Kanor Jono mengatakan, pencarian korban sebetulnya memang sudah dihentikan setelah 3 hari, sesuai SOP. Namun, pemdesa dan keluarga, berusaha untuk memperpanjang pencarian. ‘’Akhirnya pencarian sampai 7 hari,” terangnya
Sayangnya, hal itu tak kunjung menemukan korban. Sebelum akhirnya, jasad korban ditemukan pada hari ke 16 pasca hilangnya korban pada 21 Januari lalu.
‘’Alhamdulilah sudah ditemukan, di selatan Jembatan Kare,” imbuhnya.
Korban ditemukan mengapung di Sungai Bengawan Solo di sekitaran Jembatan Kanor-Rengel (Kare), turut Desa Semambung, Kecamatan Kanor.
‘’Sudah dibenarkan oleh keluarganya, bahwa ini benar mayat almarhum Mbah Tasam,” tutur AKP Slamet Hariyanto.
Kapolsek menambahkan, bahwa setelah dievakuasi oleh anggota Tim SAR Gabungan, selanjutnya mayat korban dievakuasi ke RSUD dr R Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro untuk di lakukan penanganan visum luar. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana