RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Hujan deras yang mengguyur Surabaya dan Malang pada Minggu siang (8/12) menyebabkan jalan tol Surabaya-Malang turut Pandaan tergenang dan melumpuhkan lalu lintas. Meskipun demikian, genangan dapat surut setelah hujan mereda.
Berdasarkan informasi yang dihimpun radarbojonegoro.jawapos.com, tinggi genangan air menyamai pagar pembatas di beberapa titik genangan. Sehingga pengguna jalan tol terpaksa memelankan laju kendaraan.
Kepala Satuan PJR Ditlantas Polda Jatim AKBP Imet Charudin Tamsil mengatakan, genangan yang berada di Km. 67/B tersebut hanya bertahan sebentar dan dapat surut dengan cepat.
“(Banjir terjadi) sekitar pukul tiga sore, jalur dari arah Malang ke Surabaya di jalan tol Pandaan-Malang sempat terendam banjir di Kilometer 67/B. Cuma sebentar saja, satu jam,” jelasnya.
Selain itu arus lalu lintas juga kembali lancar usai genangan surut. Selama genangan menyelimuti jalan tol juga tidak terjadi insiden sepanjang area yang tergenang.
“Saat banjir, kendaraan dihentikan. Begitu bajir surut, kendaraan lanjut jalan lagi,” jelas AKBP Imet.
Sementara itu, dalam statemen resmi Senin (9/12), Direktur Utama PT Jasa Marga Pandaan Malang (JPM) Netty Renova berkata kejadian bermula pada pukul 14.30 WIB. Pihaknya menerima laporan adanya antrian lalu lintas akibat adanya genangan air yang menutupi bahu luar dan lajur 1.
Menangani hal tersebut, petugas PT JPM dan pihak kepolisian memutuskan menutup dua lajur terdampak tersebut. Baru sejam kemudian bahu jalan dan lajur 1 dapat dipakai kembali setelah genangan surut.
“Setibanya di lokasi banjir genangan, petugas segera melakukan penanganan genangan air dan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas," jelas Netty.
Untuk menghindari kejadian serupa ke depannya, PT JPM menyediakan pompa air portabel serta memasang karung pasir untuk meningkatkan kapasitas saluran air.
“PT JPM juga melakukan pemeriksaan TKP untuk mengevaluasi apabila terjadi sumbatan pada saluran air sehingga dapat dilakukan peninggian tanggul," tambah Netty. (edo/cho)
Editor : Yuan Edo Ramadhana