RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Gempa dirasakan warga di Kabupaten Bojonegoro, pada Jumat (22/3) pukul 11.22. Dari analisa BMKG menunjukkan gempa berkekuatan 6 magnitudo itu berlokasi di timur laut Tuban atau wilayah pantai barat Gresik.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono, melalui kepala BMKG Stasiun Meteorologi Tuban Zem Irianto menyampaikan, gempa terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif di laut Jawa, dan tidak berpotensi tsunami. Namun, hingga pukul 12.44 Wib masih terjadi tujuh gempa susulan.
"Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo 4,4," ungkapnya.
Pihaknya merekomendasikan masyarakat agar tetap tenang, dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," terangnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro, Laela Nor Aeny mengatakan bahwa gempa dirasakan warga Bojonegoro, salah satunya berdampak pada keretakan Kantor Kecamatan Padangan.
"Khususnya kantor pelayanan, yang mengalami sedikit keretakan," bebernya.
Selain itu, gempa juga dirasakan di sejumlah kabupaten lain yakni Kabupaten Tuban, Bawean, Jepara, Lamongan, Bojonegoro, Surabaya, Kudus, Blora, Pekalongan, Nganjuk, Pacitan , Trenggalek, Tulungagung, Sidoarjo, Madiun, Pasuruan, Malang, Semarang dan Yogyakarta. (dan/cho)
Editor : Yuan Edo Ramadhana