MUNCULNYA buaya, kembali menggegerkan warga Bojonegoro saat kondisi banjir menggenang berbagai wilayah.
Lokasi buaya diduga di Desa Tembeling, Kecamatan Kasiman itu, terjadi sejak kondisi Sungai Bengawan Solo siaga merah atau siaga III Senin (11/3) lalu.
Hewan jenis reptil itu, diketahui oleh Tomi, warga Desa Kebonagung, Kecamatan Padangan. Menurutnya, muncul di dekat kandang kambing di Desa Tembeling, Kecamatan Kasiman.
Diduga kuat buaya itu adalah salah satu dari buaya sempat muncul di desanya. ‘’Dulu ada tiga ekor, dan yang satu tertangkap bulan lalu,” ungkapnya.
Meski berbeda desa, lokasi kemunculan buaya tak jauh dari lokasi pertama kali muncul tahun lalu. Kemudian, lokasi tersebut telah dilakukan pemantauan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Dindamkarmat). ‘’Area sudah ditandai, disosialisasi setahun yang lalu,” ujarnya.
Buaya berukuran sedang itu muncul saat sejumlah desa di Kabupaten Bojonegoro dilanda banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo Senin (11/3) lalu. Diketahui, satu dari tiga ekor buaya, telah tertangkap oleh petugas Damkarmat Bojonegoro pada 16 Februari lalu.
Sementara itu, Kepala Dindamkarmat Achmad Gunawan mengatakan, bahwa petugas di Damkar Bojonegoro dari Pos Damkar Kecamatan Padangan, telah melakukan patroli khususnya saat kondisi banjir di sekitar area. ‘’Masih dipantau, dan hasil masih nihil,” jelasnya. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana