BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Angin kencang terjadi di Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, mengakibatkan tiga rumah roboh rata dengan tanah. Yakni rumah Waris, Samin, dan Kasni. Kemarin pagi (10/10) korban bersama warga mengevakuasi puing-puing rumah yang roboh.
Kejadian angin merobohkan rumah itu sekitar pukul 16.00 Minggu (9/10). Ketiga pemilik rumah itu berhasil mengamankan diri saat angin menerjang. Sehingga tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Ardhian Orianto menyampaikan, bahwa kerugian diderita Waris sebesar Rp 90 juta, Samin sebesar Rp 30 juta, dan Kasni sebesar Rp 27,4 juta.
“Hari ini (kemarin, Red) tim BPBD bersama dengan pihak kecamatan, koramil, polsek, perangkat desa, dan warga sekitar gotong-royong membersihkan puing-puing rumah roboh,” jelas Ardhian.
Adapun akses menuju ke lokasi kejadian lumayan terjal dan menyebrangi sungai. Tidak bisa dilalui menggunakan mobil. Mengingat lokasi rumah roboh itu berada di kawasan hutan. Sehingga para petugas menuju lokasi menggunakan motor trail.
Angin kencang terjadi Minggu juga menerjang di kawasan Desa Tulungrejo, Kecamatan Sumberrejo. Dapur milik Suyanto roboh. Kerugian material sekitar Rp 1,5 juta. “Angin kencang menghempas bangunan dapur dan teras rumah milik Abdul Gofur dengan kerugian sekitar Rp 3 juta,” imbuhnya.
Berdasar data dihimpun Jawa Pos Radar Bojonegoro, angin kencang juga melanda di wilayah Desa Buntalan, Kecamatan Temayang dan Desa/Kecamatan Ngraho. Sementara itu, potensi cuaca ekstrem hingga 15 Oktober berdasar perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Kewaspadaan harus ditingkatkan selama musim pancaroba ini,” pungkasnya. (bgs/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto