RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pemkab berencana merombak lokasi sekolah rakyat (SR). Awalnya, sekolah program Presiden Prabowo ini direncanakan di Desa Beji, Kecamatan Kedewan. Namun, seiring hasil survei dan validasi, tempat tersebut dinilai tak sesuai.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro Agus Susetyo Hardiyanto mengatakan, dalam rapat kerja bersama Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Bojonegoro, Jumat (21/8) sore. Dia menjelaskan, berdasar Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, maka didirikan SR.
"Ada contoh rintisan, Bojonegoro salah satu pilot project di jenjang SMA (sekolah menengah atas) dengan empat rombel (rombongan belajar)," jelas Antok, sapaannya di Ruang Komisi A.
Baca Juga: Nongkrong Saat Jam Kerja, Tiga ASN di Lingkungan Pemkab Blora Terancam Sanksi
Dia memaparkan, saat ini, lokasi SR di gedung pusat pendidikan dan pelatihan (pusdiklat) di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander. Menurutnya, luas lahan tersebut sudah sesuai syarat pendirian SR, yakni 7 hektare (ha). Namun, setelah dilakukan pengecekan kementerian sosial (kemensos) dan kementerian pekerjaan umum (PU) disebut tidak memenuhi syarat (TMS). "Belum memenuhi syarat karena bentuk L," imbuhnya.
Kemudian, lanjut dia, dicari lahan lainnya yang berencana digunakan lokasi SR, yakni di Desa Beji, Kecamatan Kedewan. Pemkab sudah mengantongi 5 ha di tempat tersebut. Tapi, menurut Antok, setelah disurvei dan validasi, lahannya terpisah-pisah dan TMS. Bahkan, sulit air dan perusahaan daerah air minum (PDAM) belum masuk.
Baca Juga: Wabup Bojonegoro Tegaskan Penyembelihan di RPH
"Kembali ke Dusun Kedungrejo, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander. Membeli lahan sekitar pusdiklat aset BKPP (badan kepegawaian, pendidikan, dan pelatihan). Anggarannya masuk di P-APBD (Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) 2026," katanya.
Antok menambahkan, lahan milik pemkab di area setempat tersedia 2,3 ha, sehingga masih kurang sekitar 4,7 ha sesuai syarat pendirian SR 7 ha. Anggaran digelontorkan berkisar Rp 25,8 miliar. "Sehingga butuh 4,7 ha pembelian lahan untuk memenuhi kriteria kemensos," pungkas dia. (yna/msu)
Editor : Hakam Alghivari