RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Harapan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Blora menambah jumlah siswa baru pada tahun ajaran ini pupus. Usulan tambahan satu rombongan belajar (rombel) yang diajukan untuk dititipkan di SR Rembang, dipastikan tidak mendapat lampu hijau dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
Kepala SRMA 18 Blora Tri Yuli Setyoningrum mengatakan, usulan tersebut sempat diajukan agar daya tampung sekolah bertambah 30 siswa. Namun, Kemensos menolak karena kapasitas setiap SR sudah ditetapkan sejak awal operasional.
Baca Juga: Pemkab Blora Gaspol Bangun SDM
‘’Dengan keputusan tersebut, SRMA 18 Blora hanya mengirim satu rombel berisi 30 siswa ke SR Rembang. Jumlah itu jauh lebih sedikit dibanding kebutuhan yang diusulkan,” imbuhnya.
Menurut Tri, penambahan rombel tidak bisa dilakukan sewaktu-waktu, karena seluruh kuota berada di bawah kewenangan pemerintah pusat. ‘’Penambahan rombel tidak bisa langsung dipenuhi karena kuotanya memang sudah ditentukan sebelumnya,” katanya.
Meski begitu, keberangkatan siswa ke Rembang juga belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Penyebabnya, gedung yang akan digunakan sebagai lokasi belajar sementara masih dalam tahap persiapan. Apabila tidak ada perubahan jadwal, para siswa baru akan mulai diberangkatkan pada akhir bulan ini.
Baca Juga: Wali Siswa Sekolah Rakyat Berharap Mendapat Pendidikan Layak
‘’Gedungnya belum siap ditempati. Rencananya siswa berangkat akhir bulan,” ujarnya.
Sembari menunggu kepastian penempatan, sekolah mulai menyiapkan kebutuhan dasar peserta didik. Pendataan ukuran seragam, sepatu, hingga perlengkapan lain dilakukan melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang melakukan pengecekan langsung ke rumah calon siswa.
‘’Semua kebutuhan siswa baru akan dipersiapkan oleh tim transisi di SR Rembang,” ungkap Tri.
Setelah resmi menempati SR Rembang, para siswa akan menjalani pemeriksaan kesehatan sekaligus mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Dalam pelaksanaannya nanti, SRMA 18 Blora tetap dilibatkan untuk mendampingi kegiatan tersebut.
‘’Tes kesehatan maupun MPLS seluruhnya dilaksanakan di SR Rembang. Kami akan ikut membantu pelaksanaannya,” tuturnya.
Ia juga menjelaskan, akibat keterbatasan fasilitas itu, daya tampung siswa baru juga ikut terdampak. ‘’Tahun ajaran sebelumnya mampu mengelola dua rombel dengan total 50 siswa. Sedangkan, tahun ini hanya satu rombel berisi 30 siswa yang dapat diterima sambil menunggu kesiapan sarana dan prasarana sekolah,” ujarnya. (hul/ind)
Editor : Hakam Alghivari