RADABOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Dewan Pendidikan Kabupaten Bojonegoro terus membangun komunikasi dan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro serta para pemangku kepentingan pendidikan.
Sebagai bagian dari langkah awal tersebut, jajaran pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Bojonegoro bersilaturahmi dengan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah di Ruang Setyowati, Gedung Pemkab Bojonegoro, Rabu (8/7/2026).
Rombongan Dewan Pendidikan dipimpin Ketua Dr. Ahmad Anfasul Marom, S.HI., M.A. Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati didampingi Asisten I Setda Bojonegoro Kusnandaka Tjatur, Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro Drs. Ec. M. Anwar Mukhtadlo, M.Si., serta perwakilan Bappeda Bojonegoro Dr. Wiwik Retnoningsih, M.Pd.
Ketua Dewan Pendidikan Bojonegoro Ahmad Anfasul Marom menyampaikan bahwa pertemuan tersebut bertujuan membangun komunikasi sekaligus mendengarkan arahan pemerintah daerah terkait berbagai persoalan strategis pendidikan.
“Selain bersilaturahmi, kami ingin membangun sinergi sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam pembangunan pendidikan,” ujarnya.
Menurut Ahmad Anfasul Marom, Dewan Pendidikan berencana mendorong penyusunan peta jalan atau *roadmap* pendidikan Bojonegoro. Roadmap tersebut diharapkan mampu memberikan arah pembangunan pendidikan yang lebih terencana, terukur, dan berkelanjutan.
Peta jalan tersebut juga diharapkan dapat menjadi pijakan bersama dalam membangun pendidikan Bojonegoro dengan melibatkan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
Wabup Dorong Perhatian terhadap ATS dan Beasiswa
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyambut baik kunjungan jajaran Dewan Pendidikan. Ia menyebut pertemuan tersebut sebagai langkah “dodok lawang” atau mengetuk pintu untuk membuka komunikasi dan kerja sama.
Menurut Nurul Azizah, langkah tersebut menjadi awal yang baik bagi Dewan Pendidikan dalam menjalankan tugas dan membangun sinergi dengan pemerintah daerah.
Dalam pertemuan itu, Wakil Bupati menyampaikan sejumlah program dan persoalan pendidikan yang membutuhkan perhatian bersama. Di antaranya adalah pelaksanaan program beasiswa dan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS).
“Ini perlu dukungan dari Dewan Pendidikan karena juga menjadi salah satu Indikator Kinerja Utama Dinas Pendidikan,” ujarnya.
Dewan Pendidikan menyambut arahan tersebut sebagai bagian dari agenda yang perlu mendapat perhatian dalam penyusunan program kerja ke depan.
Roadmap Pendidikan dan Konsep Pendidikan Berdampak
Asisten I Setda Bojonegoro Kusnandaka Tjatur menyampaikan pentingnya sebuah kebijakan besar yang dapat menjadi arah pembangunan pendidikan Bojonegoro.
Salah satunya melalui penyusunan roadmap pendidikan yang dapat menjadi panduan jangka panjang. Menurutnya, konsep tersebut dapat dianalogikan dengan sistem perencanaan pembangunan daerah.
Arah pembangunan daerah tertuang dalam RPJMD, kemudian dijabarkan melalui RKPD dan program tahunan. Pendidikan Bojonegoro juga membutuhkan arah besar yang kemudian dapat diterjemahkan ke dalam program-program tematik dan konkret.
Kusnandaka juga menyoroti persoalan Anak Tidak Sekolah yang memiliki hubungan dengan berbagai faktor, termasuk kemiskinan. Karena itu, penanganannya membutuhkan sinergi lintas kebijakan dan lintas lembaga.
Ia juga mendorong lahirnya konsep pendidikan yang berdampak nyata. Keberhasilan pendidikan tidak hanya dilihat dari capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kemampuan berpikir kritis, serta kompetensi vokasi dan kesiapan memasuki dunia kerja.
Selain itu, partisipasi masyarakat perlu mendapat perhatian dalam pembangunan pendidikan. Dewan Pendidikan diharapkan dapat menjabarkan rencana kerjanya melalui agenda tematik yang konkret dan terukur.
Dinas Pendidikan Lakukan Pemetaan ATS dan Distribusi Guru
Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro Anwar Mukhtadlo menjelaskan berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam menangani Anak Tidak Sekolah.
Dinas Pendidikan telah melakukan pendataan ATS secara *by name by address*. Data tersebut selanjutnya dibahas untuk menentukan bentuk intervensi yang sesuai dengan kondisi dan penyebab masing-masing anak tidak bersekolah.
Pertemuan juga membahas persoalan distribusi guru. Anggota Dewan Pendidikan Abd. Rohman menyampaikan adanya kasus mutasi guru ke sekolah yang jumlah tenaga pendidiknya telah mencukupi.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan guru hasil mutasi kekurangan jam mengajar. Padahal, pemenuhan beban mengajar menjadi salah satu persyaratan dalam ketentuan tunjangan profesi guru.
Anwar Mukhtadlo mengatakan, Dinas Pendidikan saat ini sedang melakukan pemetaan kondisi guru dan kepala sekolah di Bojonegoro.
“Untuk saat ini kami sedang melakukan pemetaan kondisi guru dan kepala sekolah di Bojonegoro. Ke depan, kami berharap kejadian seperti itu tidak terulang,” ujarnya.
Pertemuan berlangsung gayeng dan membahas berbagai persoalan pendidikan serta peluang sinergi antara Dewan Pendidikan dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Turut hadir Wakil Ketua Dewan Pendidikan Dr. NS. Sudalhar, M.Kep., Sekretaris Dr. Saeful Anwar, S.Hum., M.Fil.I., Bendahara Dr. Ima Isnaini Taufiqur Rohmah, M.Pd., serta anggota Drs. H. Sholikin Jamik, S.H., M.H., Dr. Imroatul Azizah, M.Ag., Dr. Ibnu Habibi, M.Pd.I., Abd. Rohman, M.Pd., dan Abdus Syafik, S.Si.
Dewan Pendidikan Kabupaten Bojonegoro berkomitmen melanjutkan komunikasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi untuk mendorong pembangunan pendidikan Bojonegoro yang terarah, partisipatif, dan berdampak. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko