RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pendidikan koperasi bakal mulai dikenalkan kepada pelajar. Pemkab Blora siap mengimplementasikan Program Insersi Pendidikan Perkoperasian yang diluncurkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yang akan diterapkan mulai tahun ajaran 2026/2027.
Program tersebut mengintegrasikan materi perkoperasian ke dalam mata pelajaran yang sudah ada. Wakil Bupati Blora Sri Setyorini mengatakan, pendidikan koperasi penting dikenalkan sejak usia sekolah.
‘’Anak-anak perlu memahami nilai kebersamaan dan kemandirian ekonomi sejak dini. Ini menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan di masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, Pemkab Blora akan segera melakukan sosialisasi kepada sekolah-sekolah, terutama jenjang SD dan SMP yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten. Penerapan program akan dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan masing-masing satuan pendidikan.
Baca Juga: DLH Blora Cari Lahan Pengganti TPS Balun Jelang Pembangunan Sekolah Rakyat Cepu
‘’Bisa dimulai dari SMP terlebih dahulu, kemudian SD. Yang jelas akan kami siapkan secara bertahap,” katanya.
Dia menegaskan, program tersebut tidak akan membebani siswa maupun sekolah karena tidak ada penambahan jam pelajaran. Materi koperasi nantinya akan disisipkan dalam mata pelajaran yang relevan melalui metode insersi kurikulum.
‘’Tidak ada mata pelajaran baru. Materinya diintegrasikan ke pelajaran yang sudah ada sehingga lebih mudah dipahami siswa,” jelasnya.
Untuk diketahui, program Insersi Pendidikan Perkoperasian sendiri merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yang akan menjangkau sekitar 6,38 juta peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA hingga SLB.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, program tersebut menjadi langkah strategis untuk mengenalkan kembali koperasi kepada generasi muda.
‘’Koperasi adalah bagian dari amanat konstitusi dan harus dikenalkan kepada generasi muda sejak dini,” ujarnya. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana