Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

MPR RI Tanggapi dan Minta Maaf Pasca Insiden Penjurian Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Juga Cabut MC dan Dewan Juri

Yuan Edo Ramadhana • Selasa, 12 Mei 2026 | 18:27 WIB
(Dok. MPR RI)
(Dok. MPR RI)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Permasalahan mengenai sistem penjurian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), akhirnya sampai di telinga majelis tersebut. Mereka resmi menanggapi sekaligus meminta maaf mengenai insiden yang banyak megubah jalannya lomba tersebut pada Selasa siang (12/5).

Sebelumnya pada Sabtu (9/5) beredar luas potongan rekaman salah satu pertanyaan yang diajukan oleh dewan juri kepada para peserta LCC, yang diikuti berbagai siswa SMA di provinsi Kalimantan Barat. Yang mencengangkan, dua peserta menerima poin berbeda meskipun memiliki jawaban yang sama.

Para peserta Grup C asal SMAN 1 Pontianak dapat memberikan jawaban benar lebih dulu, namun malah dianulir dengan pengurangan 5 poin olehkedua dewan juri. Kesempatan tersebut langsung disambar oleh peserta Grup B asal SMAN 1 Sambas untuk memberikan jawaban yang sama dan dianggap benar.

Sehingga usai pagelaran lombatersebut, pihak SMAN 1 Pontianak meminta klarifikasi atas penjurian yang dilaksanakan. “Tim SMAN 1 Pontianak telah menyampaikan jawaban dengan artikulasi yang jelas dan tegas, sehingga layak mendapatkan penilaian yang objektif sesuai substansi jawaban,” bunyi pernyataan sekolah di media sosial mereka.

Baca Juga: BEM FSA UNUGIRI Gelar Sharabic National Championship 2026, Ajang Kompetisi Akademik Tingkat Nasional

Pada Senin (11/5) Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman menyatakan permohonan maaf atas insiden tersebut. Selain itu, Akbar menyatakan akan mengevaluasi penyelenggaraan lomba.

“Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri, dan kami akan tindak lanjuti kejadian ini. Saya melihat, Lomba Cerdas Cermat ini perlu dievaluasi supaya lebih baik. Jangan ada lagi kejadian seperti ini,” jelas Akbar sebagaimana dikutip dari Jawa Pos.

Benar saja, pada Selasa siang MPR RI akhirnya mengambil tindakan tegas terhadap panitia LCC Kalbar. Setelah mengadakan evaluasi secara internal, MPR RI memutuskan untuk mencabut keikutsertaan dewan juri lomba tersebut.

Pada pagelaran LCC Kalbar, kursi dewan juri diisi oleh Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR, Indri Wahyuni, serta Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI, Dyastasita Widya Budi. Selain itu pembawa acara (MC) cerdas cermat tersebut, Shindy Lutfiana juga ikut ditendang karena pernyataannya yang dianggap melukai peserta.

“Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan Dewan Juri dan MC pada kegiatan LCC ini,” bunyi pernyataan MPR RI melalui kanal sosial media mereka pada Selasa.

Hingga saat ini, belum ada perubahan terhadap hasil perlombaan tersebut. Dengan selisih poin yang ada akibat insiden tersebut, SMAN 1 Sambas sementara masih dinyatakan sebagai juara Provinsi Kalimantan Barat, dan berhak mewakili provinsi tersebut ke LCC tingkat nasional. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kalbar #sman 1 pontianak #cerdas cermat #dewan juri #mpr ri