RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Saat ini terdapat 111 sekolah di lingkup Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro tak memiliki kepala sekolah definitif. Menurut Dewan Pendidikan, permasalahan kekosongan kursi kepala sekolah tersebut sudah terjadi sejak lama.
Tentu berdampak pada pelayanan, terutama dalam pengambilan kebijakan di sekolah. Namun, Dewan Pendidikan optimistis permasalahan tersebut bakal terselesaikan. Walau harus menunggu sesuai dengan tahapan pengisian kursi kepala sekolah.
Dewan Pendidikan Bojonegoro Ridlwan Hambali mengatakan, kekosongan kursi kepala sekolah di lingkup disdik sudah lama terjadi. Terdapat banyak sekolah tidak memiliki kepala sekolah secara definitif.
’’Hanya ada Plt (pelaksana tugas) atau dirangkap,” jelasnya.
Ridlwan menilai, kekosongan kursi kepala sekolah ini meruapakan permasalahan lama. Banyak sekolah tidak memiliki nahkoda. Namun, dari tahun ke tahun sudah ada perbaikan.
Walau sebenarnya ketika sebuah lembaga pendidikan tidak ada kepala sekolah secara definitif tentu akan mengalami banyak kendala. Terutama menyangkut dalam kebijakan, termasuk keperluan ijazah.
Baca Juga: 111 Kursi Kepala Sekolah di Bojonegoro Kosong, Proses BCKS Belum Selesai
Ridlwan mengaku, berdasar informasi dari disdik dalam waktu dekat kursi kepala sekolah yang kosong bakal terisi. Tentu sesuai mekanisme yang ditetapkan kementerian.
’’Patut ditunggu dan optimistis melalui proses tersebut akan ada perbaikan perbaikan terutama jumlah kekosongan kepala sekolah,” ujarnya.
Perlu diketahui, kekosongan kursi kepsek terus bertambah karena pensiun hingga meninggal dunia. Sedangkan, pengisian kekosongan kursi itu belum bisa dilakukan.
Lantaran proses bakal calon kepala sekolah (BCKS) belum selesai. Juga jumlah ketersediaan BCKS kurang dari kekosongan kursi. Adapun rincian 111 kursi kosong itu meliputi 102 kursi jenjang SD dan 9 kursi jenjang SMP. (irv/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana