Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Sisa 1.400 Jiwa, Disdik Blora Optimis Jumlah ATS Kembali Turun Signifikan Tahun Ini

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 27 Juni 2025 | 21:17 WIB
ILUSTRASI PPDB (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
ILUSTRASI PPDB (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Anak Tidak Sekolah (ATS) di Blora tersisa 1.400 jiwa. Dinas Pendidikan Blora optimis jumlah ATS kembali mengalami penurunan signifikan tahun ini. Klaim penurunan ATS lebih tinggi dibanding kabupaten tetangga.

Sekretaris Disdik Kabupaten Blora, Nuril Huda, menyebut bahwa dibandingkan dengan beberapa daerah tetangga, penanganan ATS di Blora terbilang cukup baik. Selain itu jumlah ATS di Blora juga semakin menurun.

“Sebagai perbandingan, waktu itu di Grobogan angka ATS mencapai 7.500 anak, sementara di Pati bahkan lebih tinggi, sekitar 22.000 anak,” jelasnya.

Nuril mengungkapkan, pada 2022 lalu ATS di Blora masih mencapai sekitar 8.000 an, berselang pada tahun ajaran 2024/2025 sudah turun drastis menjadi 1.400. Pihaknya juga yakin jika pada tahun ajaran 2025/2026 ini jumlahnya akan semakin menurun.

"Hasilnya bisa dilihat pada Agustus mendatang, setelah semua proses SPMB selesai, data real bisa kita lihat," tandasnya.

Menurutnya, keberhasilan dalam mengeraskan ATS itu menjadi referensi kabupaten tetangga untuk belajar di Blora. Kunjungan beberapa kabupaten lain untuk mempelajari strategi Blora dalam menekan angka ATS.

“Pada Mei tahun lalu, beberapa kabupaten seperti Grobogan, Pati, dan Magelang datang ke Blora untuk belajar tentang penanganan ATS,” jelasnya.

Ia mengatakan, langkah yang telah dilakukan Blora cukup efektif. Namun, pihaknya menyadari tantangan masih ada, terutama dalam mengajak warga yang sudah menikah untuk kembali ke pendidikan.

Sehingga kedepan, pihaknya bakal lebih intensif melibatkan be e bagai pihak, terutama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD). “Karena desa-desa yang paling memahami kondisi warganya. Kami berkomitmen untuk terus menurunkan angka ATS dengan target jangka panjang mencapai ‘zero ATS’,” pungkasnya. (luk/edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#spmb #tidak sekolah #Pendidikan #Dinas Pendidikan #anak tidak sekolah #ATS #grobogan #Zero ATS