Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Anak Sering Bertanya Banyak Hal, Apakah Itu Tanda Jenius? Begini Jawaban Psikologi

Hakam Alghivari • Rabu, 18 Juni 2025 | 22:34 WIB
Kebiasaan anak sering bertanya.
Kebiasaan anak sering bertanya.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Banyak orang tua pernah mengalaminya—anak yang tak henti-henti bertanya, dari pertanyaan sederhana seperti “Kenapa langit biru?” hingga pertanyaan eksistensial seperti “Di mana Tuhan tinggal?”.

Terkadang hal ini melelahkan, membuat orang tua kehabisan jawaban atau bahkan menyuruh anak diam.

Namun, dalam kajian psikologi perkembangan, kebiasaan bertanya adalah salah satu indikator awal dari kecerdasan tinggi.

Bukan hanya karena anak ingin tahu, tetapi karena otaknya aktif membangun hubungan antara informasi, mengeksplorasi sebab-akibat, dan menyusun makna dari dunia yang kompleks di sekitarnya.

Baca Juga: Bukan Cuma Nilai Bagus, Ini 7 Tanda Anak Jenius yang Sering Diabaikan

Rasa Ingin Tahu sebagai Motor Intelektual Anak

Menurut Dr. Susan Engel, seorang profesor psikologi di Williams College dan penulis “The Hungry Mind: The Origins of Curiosity in Childhood” (2015), rasa ingin tahu adalah bahan bakar utama perkembangan intelektual anak.

Dalam bukunya, Engel menyebut bahwa pertanyaan anak adalah cerminan dari keterlibatan kognitif mereka dengan dunia.

“Children’s questions are a window into the mind.” – Susan Engel (2011, Encouraging Curiosity in Children)

Penelitian Engel menunjukkan bahwa anak-anak dengan rasa ingin tahu tinggi menunjukkan perkembangan yang lebih cepat dalam hal kemampuan verbal, logika, dan problem-solving dibandingkan anak yang pasif terhadap lingkungannya.

Baca Juga: Moms, Anak Sering Meniru Kata-Kata Kasar? Begini Cara Mengatasinya Secara Positif

Mengapa Anak Bertanya Terus-Menerus?

Dalam teori constructivist learning dari Jean Piaget, anak-anak belajar aktif melalui interaksi dengan lingkungan. Mereka membentuk skema—struktur pemahaman dasar—lalu memodifikasi skema itu dengan informasi baru melalui proses asimilasi dan akomodasi.

Proses inilah yang mendorong anak terus bertanya, untuk menyelaraskan dunia luar dengan struktur kognitifnya yang terus tumbuh.

Contoh konkret:

Pertanyaan Sebagai Ciri Anak Gifted

Psikolog Dr. Linda Silverman, pendiri Gifted Development Center di Colorado, menyebut bahwa anak-anak gifted (berbakat luar biasa) sering kali menunjukkan “perilaku pertanyaan konstan” sejak usia 2–4 tahun.

Baca Juga: Pada Usia Berapa Anak Harus Mulai Menyikat Gigi? Simak Panduan Praktis dan Tips Lengkapnya!

Mereka bukan hanya bertanya ‘apa’, tapi ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’—yang menandakan mereka sudah berpikir pada level metakognitif (memikirkan tentang pikiran mereka sendiri).

Silverman mencatat bahwa:

Bukti Penelitian: Rasa Ingin Tahu Berkorelasi dengan IQ dan Prestasi Akademik

Sebuah studi oleh Sophie von Stumm dan tim dari University of Edinburgh (2011) menemukan bahwa “intellectual curiosity” memiliki korelasi yang hampir setara dengan IQ dalam memprediksi kesuksesan akademik jangka panjang. Studi tersebut diterbitkan dalam jurnal Perspectives on Psychological Science.

Artinya, anak yang rasa ingin tahunya tinggi—walau nilainya belum selalu mencolok di sekolah—mungkin memiliki potensi besar jika difasilitasi dengan baik.

Tugas Orang Tua: Jangan Matikan Rasa Ingin Tahu

Sayangnya, kebiasaan bertanya anak justru sering diremehkan atau ditekan. Anak yang terus bertanya sering dianggap “cerewet”, “banyak akal”, atau “nggak bisa diam”.

Hal ini sangat disayangkan, karena memadamkan rasa ingin tahu bisa menghambat proses berpikir kritis dan kreativitas anak.

Beberapa tips dari psikolog perkembangan untuk menghadapi anak yang suka bertanya:

Bertanya Itu Tanda Anak Sedang Bertumbuh

Anak yang sering bertanya bukan sedang mencari perhatian. Mereka sedang tumbuh—secara mental, emosional, dan spiritual. Dan ketika pertanyaan mereka dirawat, bukan dimatikan, maka rasa ingin tahu itu bisa berubah menjadi kecerdasan yang matang dan produktif.

Maka, jika anak Anda tak henti bertanya… jangan lelah menjawab. Mungkin Anda sedang bersama seorang calon ilmuwan, pemikir, atau pemimpin masa depan. (kam)

 

Editor : Hakam Alghivari
#tanda jenius #psikologi #anak gifted #Psikologi perkembangan anak