RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Setiap anak yang lahir ke dunia membawa potensi yang luar biasa. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang secara optimal jika tidak ada peran aktif dari orang tua sebagai pendidik pertama dan utama dalam kehidupan anak. Mengembangkan potensi anak sejak dini bukan sekadar pilihan, melainkan tanggung jawab yang harus diemban oleh setiap orang tua.
Hal inilah yang disampaikan oleh Charlotte Priatna, M.Pd., M.Min., seorang praktisi pendidikan dan pendiri Sekolah Athalia, dalam kanal YouTube Today's Message. Dengan pengalaman yang luas dalam dunia pendidikan dan parenting, Charlotte menekankan pentingnya memberikan stimulasi yang tepat sejak bayi untuk mendukung pertumbuhan anak secara menyeluruh.
Menurut Charlotte, anak-anak memiliki berbagai aspek perkembangan yang harus dirangsang sejak dini, seperti perkembangan fisik, emosional, sosial, bahasa, dan motorik. Salah satu cara yang efektif untuk menstimulasi perkembangan ini adalah melalui aktivitas sehari-hari yang dilakukan bersama anak.
Misalnya, saat orang tua sedang mencuci piring, menyapu, atau merapikan rumah, anak seringkali menunjukkan rasa ingin tahu dan ingin terlibat. Sayangnya, banyak orang tua justru melarang anaknya ikut serta karena kekhawatiran akan keselamatan atau merasa repot. Padahal, momen-momen seperti inilah yang bisa dimanfaatkan sebagai stimulasi dan pembelajaran bagi anak.
Melarang anak secara terus-menerus dapat berdampak negatif terhadap perkembangan kemandirian dan rasa percaya diri mereka. Charlotte memberikan contoh ketika seorang anak ingin memanjat atau naik tangga, sebagian besar orang tua akan langsung melarang dengan alasan takut anak terjatuh. Sebaiknya, orang tua tidak serta-merta melarang, melainkan memberikan pendampingan dan penjelasan yang sesuai usia anak.
Dengan cara ini, anak akan belajar tentang batasan, keselamatan, dan bagaimana mengambil keputusan secara bijak. Anak yang diberi kepercayaan dan pendampingan akan merasa dihargai dan cenderung tidak akan melanggar batasan secara diam-diam.
Pada dasarnya, setiap anak memiliki potensi bawaan sejak lahir. Ada anak yang memang sudah menunjukkan bakat tertentu sejak dini, seperti suka menggambar, menyanyi, atau tertarik pada angka. Namun, potensi ini tidak akan terlihat jika tidak ada stimulasi dan ruang eksplorasi yang diberikan oleh orang tua. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memperhatikan respons dan ketertarikan anak terhadap berbagai kegiatan. Bakat dan minat anak biasanya mulai terlihat ketika mereka mendapatkan stimulasi yang bervariasi dan menyenangkan.
Charlotte juga menekankan bahwa tugas utama orang tua bukan untuk menentukan apa yang harus dikuasai anak, melainkan menggali dan mengarahkan sesuai minat dan kemampuan anak. Ketika anak menunjukkan ketertarikan pada suatu hal, orang tua perlu hadir sebagai fasilitator yang mendukung, bukan sebagai pengarah yang memaksakan kehendak. Dalam proses ini, orang tua dapat memberikan berbagai kesempatan dan pengalaman yang sesuai dengan usia dan perkembangan anak untuk membantu mereka menemukan jati dirinya.
Sebagai penutup, mengembangkan potensi anak bukanlah sesuatu yang instan, tetapi membutuhkan proses panjang, kesabaran, dan konsistensi. Anak adalah individu yang unik dan tidak bisa disamakan satu dengan lainnya. Setiap langkah kecil yang dilakukan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak akan memberikan dampak besar di masa depan. Dengan stimulasi yang tepat, pendampingan yang penuh kasih, dan kepercayaan yang diberikan kepada anak, potensi mereka akan berkembang secara maksimal. Seperti yang disampaikan oleh Charlotte Priatna, tugas orang tua bukan menciptakan potensi, melainkan menemukannya dan membantunya tumbuh dengan penuh cinta. (oss/mgg)
Editor : Hakam Alghivari