BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro masih menanti petunjuk teknis (juknis) penerimaan peserta didik baru (PPDB) atau tahun ini berubah nama menjadi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Tentu dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Terlebih adanya kementerian baru tersebut berpotensi membuat adanya perbedaan dari sistem penerimaan siswa baru dari tahun sebelumnya.
Kabid Pendidikan Dasar Disdik Bojonegoro Zamroni mengatakan, belum ada juknis dari kementerian. Sehingga masih menunggu juknis resmi dikeluarkan oleh kemendikdasmen untuk pelaksanaan penerimaan siswa baru.
Ketika ada juknis, disdik baru bisa menindaklanjuti untuk penerimaan siswa baru di tingkat kabupaten. Walau tahun lalu penerimaan siswa baru dimulai Maret, namun untuk tahun ini belum tahu.
‘’Jika sudah ada kami langsung tidaklanjuti,” ujarnya.
Kepala SMPN 5 Bojonegoro A.H. Moestofa mengatakan, untuk penerimaan siswa baru masih menanti juknis dari kementerian. Sehingga sekolah belum melakukan persiapan apapun untuk menghadapi penerimaan siswa baru tahun ini.
‘’Juknis dari kemendikdasmen belum ada,” ungkapnya.
Moestofa menjelaskan meski belum ada juknis, namun kepala SMP di Bojonegoro sudah melakukan diskusi berkaitan penerimaan siswa baru.
‘’Kami berdiskusi dengan kepala sekolah lain,” jelasnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana