Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Gerakan Undip Mengajar Jilid XII Regional Bojonegoro: Membawa Semangat Pengabdian dan Inspirasi untuk Kualitas Pendidikan yang Lebih Baik

Hakam Alghivari • Minggu, 4 Agustus 2024 | 21:03 WIB
Kegiatan pawai peringati Tahun Baru Islam oleh Gerakan Undip Mengajar XII Regional Bojonegoro.
Kegiatan pawai peringati Tahun Baru Islam oleh Gerakan Undip Mengajar XII Regional Bojonegoro.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Gerakan Undip Mengajar (GUM) Jilid XII hadir membawa semangat pengabdian dan inspirasi sebagai agen perubahan, terutama di bidang pendidikan. Banyaknya titik di Indonesia yang tingkat pendidikannya masih memerlukan perhatian lebih. Hal ini yang melatarbelakangi Gerakan Undip Mengajar Jilid XII. 

Tahun ini GUM Jilid XII dilaksanakan dalam skala nasional di 8 titik, yakni di Magelang, Purworejo, Kebumen, Bogor, Kuningan, Lampung, Riau dan Bojonegoro. Penerjunan Regional Bojonegoro dilaksanakan di SD Negeri Sidorejo 02, Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungadem selama 18 hari yakni dimulai pada 15 Juli hingga 01 Agustus 2024. 

Sebanyak 22 mahasiswa Universitas Diponegoro yang tergabung dalam Gerakan Undip Mengajar Jilid XII Regional Bojonegoro telah diterjunkan untuk mengajar pendidikan formal maupun non formal, kegiatan yang dibawa yakni kelas formal, kelas sore, kelas inspirasi, kelas alam dan home visit.

Pelaksanaan kelas formal.
Pelaksanaan kelas formal.

Kelas Formal merupakan kegiatan pembelajaran yang memuat mata pelajaran sesuai kurikulum. Pengajar akademik mengajar dengan metode yang komunikatif, interaktif, dan menarik bagi siswa seperti pembelajaran dua arah.

Selma Mustika, salah satu pengajar akademik yang saat ini menjadi wali kelas 3 menjelaskan bagaimana cara ia mengajar kelas formal.

”Saat mengajar, aku memakai sistem literasi terlebih dahulu, lalu aku menjelaskan materi, memberi contoh soal, dan latihan soal. Dengan cara seperti itu aku mengharapkan mereka bisa semakin paham dan bisa mendalami materi yang diberikan” ujar Mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan tersebut (27/7).

Selma mengaku bahwa mengajar ternyata cukup melelahkan. Tetapi semua itu tertutupi oleh perasaan senang melihat tawa ria para siswa. Apalagi jika materi yang dia ajarkan bisa dipahami dengan baik oleh mereka. Sorenya, diadakan pembelajaran yang berupa permainan edukasi dan bimbingan belajar. 

Bimbingan belajar ini dibagi dalam 4 kategori, yakni membaca, menulis, berhitung, dan mengerjakan tugas. Siswa dikategorikan berdasarkan kendalanya masing-masing, apabila telah mampu dalam ketiga kategori tersebut maka siswa akan bergabung dengan kategori mengerjakan tugas untuk pemahaman materi yang lebih mendalam.

Pembelajaran juga ada yang dilakukan diluar kelas agar siswa bisa lebih dekat dengan alam dan lingkungan sekitar. Pembelajaran ini yang kemudian disebut kelas alam. Dalam pelaksanaannya dikolaborasikan dengan kegiatan pramuka. Menginspirasi siswa dalam meraih cita-citanya juga menjadi perhatian dalam kegiatan Gerakan Undip Mengajar, oleh karenanya diadakan kelas inspirasi yang dikemas dengan hal menarik dan menyenangkan. Harapannya siswa bisa memiliki lebih banyak pilihan cita-cita dan terus termotivasi untuk memiliki mimpi yang besar.

Menuliskan cita-cita dengan konsep ”Dream in my hand” dalam Kelas Inspirasi.
Menuliskan cita-cita dengan konsep ”Dream in my hand” dalam Kelas Inspirasi.

Hasil dari seluruh kegiatan yang kami lakukan meliputi minat, bakat, potensi, dan perkembangan siswa selama berada di sekolah disampaikan kepada wali murid melalui kegiatan Home Visit, dengan harapan wali murid bisa terus mendukung siswa dalam bidangnya masing-masing.

”Terimakasih sudah mau mampir ke rumah dan menjelaskan bagaimana perkembangan Nuri di sekolah sehingga kami bisa tau apa yang perlu ditingkatkan dan mengarahkannya kemana” ujar orang tua Nuri, siswa kelas 4 (30/7).

Gerakan Undip Mengajar juga nantinya akan melakukan pengkajian terkait SD Negeri Sidorejo 02 yang nantinya akan dipublikasikan di media sosial dengan harapan dapat meningkatkan kualitas dan kapabilitas sekolah serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif dan inklusif serta berdampak baik bagi pendidikan Indonesia. 

Selain itu, Gerakan Undip Mengajar memberikan beasiswa berupa perlengkapan sekolah kepada siswa yang berprestasi dan kurang mampu dalam hal ekonomi sebagai bentuk dukungan kepada siswa agar lebih semangat belajar dan melanjutkan pendidikan dengan lebih baik.

Gerakan Undip Mengajar Jilid XII Regional Bojonegoro ditutup dengan persembahan pentas seni dari setiap kelas untuk mendukung kemampuan siswa dalam bidang non-akademik dan bazar sebagai bentuk pelaksanaan mata pelajaran P5. Dengan diadakannya GUM ini, diharapkan dapat memberikan motivasi dan inspirasi kepada siswa agar dapat bersekolah hingga jenjang yang lebih tinggi. (Bintang Norine Widyadhana)

Editor : Hakam Alghivari
#mahasiswa #undip #agen perubahan #Pendidikan #mengajar #bojonegoro #universitas diponegoro