BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Tingkat kegeraman membaca (TGM) masyarakat perlu ditingkat. Sebab, pada 2023 masih tercatat di angka 61,1 persen.
Salah satunya melalui desain tata ruang perpustakaan umum, pembaruan buku cetak yang tersedia, hingga buka 24 jam. ‘’Penataan ruang perpustakaan menurutku kurang. Dan buku-bukunya kurang update atau diperbarui,” kata salah satu pengunjung perpustaan umum, Vivi Erlina Safitri.
Menurut dia, kemampuan literasi sangat penting. Baik untuk kalangan anak-anak, remaja, hingga dewasa. Namun, sayangnya, fasilitas yang ada kurang memadai untuk menarik minat baca.
Di antaranya kondisi tata ruang perpustakaan umum di dinas perpustakaan dan kearsipan (dispusip). Juga, buku-buku cetak yang dianggap kurang mengikuti perkembangan.
Perempuan asal Desa Sendangrejo, Kecamatan Dander itu melanjutkan, masih banyak pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah kabupaten (pemkab) melalui organisasi pemerintah daerah (OPD).
‘’Yakni kurang sosialisasi juga bahwa ke perpustakaan itu tidak berbayar. Tidak semua masyarakat tahu. Contohnya saya dulu berpikir kalau di sini (perpustakaan) itu bayar. Dan jam operasionalnya. Saya harap bisa 24 jam,” keluh pemudi 23 tahun itu.
Kepala Bidang (Kabid) Perpustakaan Dispusip Bojonegoro Titis Anganten Wiyanti mengatakan, berdasar data kunjungan mengalami kenaikan.
Rinciannya pada 2021 sejumlah 5.028 kunjungan; 2022 meningkat menjadi 7.810 kunjungan; dan di 2023 sebanyak 9.323 kunjungan.
‘’Biasanya untuk minat baca kami mengukurnya dari TGM. Pada 2022 di angka 60,6 persen dan 2023 sebesar 61,1 persen. 2024 menunggu rilis. Kalau untuk 2021 mekanismenya berbeda. Di 2022 penilaian dikoordinir oleh provinsi,” imbuh Titis sapaannya.
Dia menjelaskan, perbedaannya terletak pada metode surveinya. Seperti jumlah responden, sebaran responden, hingga rentang usia. Pada 2021 menggunakan rentang usia pelajar dari sekolah dasar (SD) hingga usia produktif. ‘’Rentang usia saat ini mengikuti panduan perpusnas (perpustakaan nasional) lebih variatif. Mulai dari anak-anak smapai lansia,” jelasnya.
Dia menambahkan, untuk indikator TGM meliputi frekuensi membaca, durasi membaca, jumlah bahan bacaan, frekuensi akses internet, dan durasi akses internet. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana