5 Tips Membeli Mobil Bekas agar Tidak Tertipu dan Menyesal di Kemudian Hari

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 20:32 WIB
Ilustrasi mengecek mesin mobil sebelum membeli. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Ilustrasi mengecek kondisi mesin mobil sebelum membeli. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Membeli mobil bekas bisa menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin mendapatkan kendaraan dengan harga lebih terjangkau. Namun, di balik harganya yang relatif murah, calon pembeli perlu lebih teliti agar tidak mendapatkan mobil dengan kondisi buruk, riwayat kecelakaan, atau bahkan dokumen bermasalah.

Kesalahan dalam membeli mobil bekas bisa membuat biaya yang dikeluarkan justru membengkak setelah kendaraan berada di tangan. Karena itu, jangan hanya tergiur harga murah dan tampilan mobil yang terlihat masih bagus.

Berikut 5 tips membeli mobil bekas agar tidak tertipu dan menyesal di kemudian hari.

1. Jangan Mudah Tergiur Harga Terlalu Murah

Harga menjadi salah satu pertimbangan utama ketika membeli mobil bekas. Namun, calon pembeli sebaiknya berhati-hati jika menemukan kendaraan yang ditawarkan jauh di bawah harga pasar.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Pengemudi yang Diam-Diam Bisa Merusak Mesin Mobil

Harga yang terlalu murah bisa saja disebabkan oleh kondisi mesin yang bermasalah, bekas kecelakaan berat, terendam banjir, atau persoalan dokumen.

Sebelum melakukan transaksi, bandingkan harga mobil dengan model, tahun produksi, kondisi, dan wilayah penjual. Jika selisih harganya terlalu jauh, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih mendalam.

2. Periksa Kondisi Mesin dan Komponen Utama

Jangan hanya melihat tampilan eksterior dan interior. Bagian mesin justru menjadi salah satu komponen terpenting yang harus diperiksa ketika membeli mobil bekas.

Perhatikan apakah terdapat kebocoran oli, suara mesin yang tidak normal, asap berlebihan dari knalpot, atau getaran yang tidak wajar. Periksa juga kondisi transmisi, rem, suspensi, AC, sistem kelistrikan, dan ban.

Jika tidak memiliki pengetahuan otomotif yang cukup, calon pembeli sebaiknya mengajak mekanik atau teknisi terpercaya untuk melakukan inspeksi.

3. Cek Riwayat Kendaraan dan Dokumen

Sebelum membayar, pastikan dokumen kendaraan sesuai dengan identitas dan kondisi mobil yang ditawarkan.

Periksa STNK, BPKB, nomor rangka, serta nomor mesin. Pastikan semuanya sesuai dan tidak terdapat indikasi masalah administrasi.

Riwayat kendaraan juga penting untuk diketahui. Jika memungkinkan, tanyakan kepada penjual mengenai riwayat servis, jumlah pemilik sebelumnya, penggunaan kendaraan, serta apakah mobil pernah mengalami kecelakaan atau banjir.

4. Wajib Melakukan Test Drive

Test drive bukan sekadar mencoba kenyamanan mobil. Dari kegiatan ini, calon pembeli dapat merasakan langsung kondisi kendaraan ketika digunakan.

Perhatikan respons mesin ketika akselerasi, perpindahan transmisi, sistem pengereman, kemudi, suspensi, hingga muncul atau tidaknya suara aneh selama perjalanan.

Jika mobil terasa tidak nyaman atau terdapat gejala yang mencurigakan, jangan langsung mengambil keputusan hanya karena penjual memberikan penawaran menarik.

5. Jangan Terburu-buru Melakukan Transaksi

Kesalahan yang sering dilakukan pembeli mobil bekas adalah terlalu cepat mengambil keputusan karena takut kendaraan dibeli orang lain.

Padahal, membeli mobil merupakan keputusan yang membutuhkan pertimbangan matang. Bandingkan beberapa unit dengan model dan tahun yang sama sebelum menentukan pilihan.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Mobil Bekas yang Cocok untuk Harian, Irit dan Nyaman Dipakai

Hindari memberikan uang muka atau melakukan pelunasan sebelum kondisi kendaraan, dokumen, dan identitas penjual benar-benar diperiksa. Jika transaksi dilakukan secara online, gunakan metode pembayaran dan mekanisme transaksi yang aman.

Jangan Hanya Melihat Harga

Membeli mobil bekas memang dapat menghemat biaya dibandingkan membeli mobil baru. Namun, harga murah tidak selalu berarti lebih menguntungkan.

Calon pembeli harus memperhitungkan kondisi mesin, riwayat kendaraan, kelengkapan dokumen, biaya perbaikan, pajak, serta biaya perawatan setelah mobil dibeli.

Dengan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan tidak terburu-buru, risiko mendapatkan mobil bekas bermasalah dapat diminimalkan. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
KONDISI MESIN kendaraan mobil bekas pembeli mobil