Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Banyak yang Lupa, Mobil Jepang Ini Pernah Jadi Rival Berat Toyota Kijang

Hakam Alghivari • Jumat, 12 Juni 2026 | 16:40 WIB
Toyota Kijang. (TOYOTA)
Toyota Kijang. (TOYOTA)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Bagi banyak orang Indonesia, Toyota Kijang bukan sekadar mobil. Namanya sudah menjadi bagian dari sejarah otomotif nasional. Selama puluhan tahun, Kijang identik dengan kendaraan keluarga yang tangguh, muat banyak, mudah dirawat, dan sanggup menghadapi berbagai kondisi jalan.

Dominasi itu membuat sebagian orang mengira Toyota Kijang melaju sendirian tanpa pesaing berarti. Padahal kenyataannya tidak demikian.

Pada era 1990-an hingga awal 2000-an, pasar mobil keluarga Indonesia sempat menjadi arena persaingan yang sangat ketat. Sejumlah pabrikan Jepang mencoba menantang popularitas Kijang dengan berbagai strategi. Ada yang mengandalkan mesin diesel irit, ada yang menawarkan kabin lebih lapang, sementara lainnya hadir dengan desain yang dianggap lebih modern pada zamannya.

Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Toyota Avanza Masih Sulit Digeser di Indonesia

Meski pada akhirnya Toyota Kijang keluar sebagai pemenang, nama-nama rival lamanya masih menyimpan cerita menarik yang layak dikenang.

Isuzu Panther, Raja Diesel yang Sulit Dikalahkan

Jika Toyota Kijang dikenal sebagai andalan keluarga bermesin bensin, maka Isuzu Panther adalah penguasa di kubu diesel.

Mobil ini menjadi pilihan banyak keluarga, pelaku usaha, hingga instansi pemerintah karena terkenal irit bahan bakar dan memiliki mesin yang bandel. Tidak sedikit pemilik Panther yang mengaku mampu menggunakan mobil tersebut hingga ratusan ribu kilometer tanpa masalah berarti.

Pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an, Panther menjadi salah satu rival paling serius bagi Kijang, terutama di daerah-daerah yang mengutamakan efisiensi biaya operasional.

Baca Juga: 7 Mobil Jepang yang Dianggap “Gagal” di Indonesia, Padahal Desainnya Justru Dianggap Keren Sampai Sekarang

Bahkan hingga kini, Panther masih memiliki basis penggemar yang cukup kuat di pasar mobil bekas.

Mitsubishi Kuda, Penantang Serius dari Tiga Berlian

Ketika Mitsubishi memperkenalkan Kuda pada 1999, banyak pengamat melihatnya sebagai salah satu ancaman terbesar bagi dominasi Kijang.

Desainnya terasa lebih modern dibanding sejumlah kompetitor saat itu. Kabinnya luas dan tersedia pilihan mesin bensin maupun diesel yang memberikan fleksibilitas bagi konsumen.

Kuda memang tidak pernah berhasil melampaui penjualan Kijang, tetapi keberadaannya sempat membuat segmen MPV keluarga menjadi jauh lebih kompetitif.

Hingga sekarang, Mitsubishi Kuda masih sering ditemui di berbagai daerah sebagai kendaraan keluarga maupun kendaraan operasional.

Nissan Serena C23, Ketika Mobil Keluarga Mulai Terlihat Futuristis

Pada saat sebagian besar mobil keluarga masih menggunakan desain konservatif, Nissan Serena hadir dengan pendekatan berbeda.

Baca Juga: Kenapa Motor Pabrikan Jepang Kalah dengan Motor Eropa di MotoGP Saat Ini? Begini Pendapat Mantan Pelatih dan Mekanik Valentino Rossi

Bentuk bodinya mengotak, atap tinggi, dan kabin terasa sangat lapang. Pintu geser yang menjadi ciri khas Serena juga memberikan kemudahan akses yang saat itu belum banyak ditemui pada mobil keluarga lainnya.

Serena memang tidak bermain di volume penjualan sebesar Kijang. Namun bagi konsumen yang mengutamakan kenyamanan dan ruang kabin, mobil ini menjadi alternatif yang cukup menarik.

Tidak sedikit keluarga yang menganggap Serena sebagai mobil yang terlalu maju untuk zamannya.

Suzuki Carry Futura, Andalan yang Ada di Mana-Mana

Nama Suzuki Carry mungkin lebih dikenal sebagai kendaraan niaga. Namun pada era 1990-an, versi minibusnya juga menjadi pilihan banyak keluarga Indonesia.

Baca Juga: 7 Mobil Pabrikan Eropa Bekas Pejabat yang Kini Harganya di Bawah Rp 150 Juta

Keunggulan utama Carry Futura terletak pada kesederhanaannya. Mobil ini mudah dirawat, sparepart melimpah, dan biaya operasionalnya relatif terjangkau.

Di sejumlah daerah, terutama luar kota besar, Carry Futura bahkan sering menjadi alternatif utama selain Toyota Kijang.

Popularitasnya yang tinggi membuat mobil ini bertahan sangat lama di jalanan Indonesia.

Mazda E2000, MPV Nyaman yang Kurang Beruntung

Mazda E2000 mungkin tidak sepopuler rival-rivalnya, tetapi pada masanya mobil ini cukup diperhitungkan.

Kabin yang luas dan kenyamanan berkendara menjadi salah satu nilai jual utama. Banyak pengguna menganggap E2000 memiliki karakter yang cocok untuk perjalanan keluarga jarak jauh.

Sayangnya, jaringan dealer dan layanan purna jual Mazda saat itu tidak sebesar Toyota atau Mitsubishi. Faktor tersebut membuat E2000 kesulitan bersaing dalam jangka panjang.

Meski demikian, mobil ini tetap menjadi salah satu rival yang pernah meramaikan persaingan MPV keluarga di Indonesia.

Baca Juga: 7 Mobil Tua Pabrikan Jepang yang Kini Digandrungi Keluarga Muda, Ternyata Bukan Sekadar Nostalgia

Mitsubishi L300 Minibus, Tangguh di Berbagai Medan

Ketika membahas kendaraan keluarga era 1990-an, nama Mitsubishi L300 tidak bisa dilewatkan begitu saja.

Selain dikenal sebagai kendaraan niaga, versi minibusnya cukup populer sebagai kendaraan keluarga dan transportasi penumpang di berbagai daerah.

Mesin diesel yang terkenal tangguh membuat L300 banyak digunakan untuk perjalanan antarkota maupun wilayah dengan kondisi jalan yang menantang.

Di sejumlah daerah, popularitas L300 bahkan mampu menyaingi kendaraan keluarga yang lebih modern.

Daihatsu Zebra Espass, Tampil Berbeda di Zamannya

Daihatsu mencoba menghadirkan sesuatu yang berbeda melalui Zebra Espass.

Dibanding generasi Zebra sebelumnya, Espass hadir dengan desain moncong yang lebih modern dan aerodinamis. Kabinnya juga terasa lebih nyaman untuk penggunaan keluarga.

Mobil ini sempat menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang menginginkan kendaraan keluarga dengan tampilan yang tidak terlalu konvensional.

Meski tidak berhasil menggeser dominasi Kijang, Zebra Espass berhasil menciptakan identitasnya sendiri dan masih dikenang hingga sekarang.

Ketika Persaingan Membentuk Sebuah Legenda

Melihat kembali era 1990-an hingga awal 2000-an, mudah untuk memahami mengapa Toyota Kijang akhirnya menjadi legenda otomotif Indonesia. Namun keberhasilan itu tidak datang begitu saja.

Di belakang kesuksesannya, ada rival-rival tangguh yang pernah berusaha merebut hati konsumen Indonesia. Isuzu Panther menawarkan efisiensi diesel, Mitsubishi Kuda hadir dengan desain modern, Serena membawa konsep kabin futuristis, sementara Carry, L300, hingga Espass menawarkan keunggulan masing-masing.

Pada akhirnya, Toyota Kijang memang menjadi nama yang paling bertahan lama. Namun tanpa kehadiran para pesaing tersebut, sejarah mobil keluarga di Indonesia mungkin tidak akan semenarik yang kita kenal hari ini. (kam/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#rival #toyota kijang #Berat #mobil