RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Ada masa ketika mobil berwarna silver mendominasi jalanan Indonesia. Pada akhir 1990-an hingga awal 2010-an, warna ini hampir selalu masuk daftar pilihan utama konsumen, mulai dari city car, MPV keluarga, hingga sedan premium.
Bahkan, banyak orang dulu menganggap silver sebagai warna paling “aman” untuk mobil. Tidak terlalu mencolok, mudah dijual kembali, dan terlihat modern di hampir semua model kendaraan.
Namun situasinya mulai berubah dalam beberapa tahun terakhir. Jika diperhatikan, mobil-mobil baru sekarang jauh lebih sering hadir dalam warna:
-
putih
-
hitam
-
abu-abu gelap
-
hingga warna two-tone yang lebih agresif
Sementara warna silver terang perlahan mulai jarang terlihat sebagai warna utama promosi pabrikan.
Baca Juga: 7 Mobil Pabrikan Eropa Bekas Pejabat yang Kini Harganya di Bawah Rp 150 Juta
Fenomena ini ternyata bukan kebetulan semata. Ada perubahan besar dalam tren desain otomotif dan selera pasar yang membuat warna silver tidak lagi sepopuler dulu.
Silver Dulu Dianggap Warna Paling Modern
Pada era 2000-an, warna silver punya citra yang sangat kuat sebagai simbol mobil modern.
Saat itu banyak mobil konsep dan kendaraan futuristis menggunakan nuansa silver metalik. Warna ini dianggap cocok menggambarkan teknologi, kemajuan, dan kesan sophisticated.
Tidak heran jika pabrikan Jepang hingga Eropa ramai-ramai menghadirkan mobil warna silver sebagai warna utama katalog mereka.
Baca Juga: Bikin Kangen, 7 Motor Bebek Paling Ikonik Sepanjang Masa, Nomor 2 Bikin Generasi 2000-an Flashback
Selain itu, silver juga punya keunggulan praktis:
-
debu tidak terlalu terlihat
-
goresan kecil lebih samar
-
dan lebih mudah dirawat dibanding hitam
Karena alasan itulah warna silver sempat menjadi “warna sejuta umat” di jalanan Indonesia.
Tren Desain Mobil Kini Berubah Lebih Agresif
Masuk era modern, desain mobil mulai berubah drastis.
Pabrikan kini lebih sering menggunakan:
-
garis tajam
-
lampu agresif
-
grille besar
-
dan lekukan bodi yang lebih sporty
Masalahnya, desain seperti ini dianggap lebih cocok menggunakan warna yang lebih tegas seperti putih, hitam, atau abu-abu gelap.
Silver terang justru sering membuat detail bodi terlihat kurang menonjol. Karena itu, banyak produsen mulai mengurangi penggunaan silver cerah dan menggantinya dengan warna abu-abu yang lebih gelap atau matte.
Baca Juga: 7 Mobil Tua Pabrikan Jepang yang Kini Digandrungi Keluarga Muda, Ternyata Bukan Sekadar Nostalgia
Warna Putih Kini Menggantikan Posisi Silver
Jika dulu silver dianggap warna paling aman, sekarang posisi itu perlahan digantikan warna putih.
Mobil putih kini dianggap:
-
lebih premium
-
lebih modern
-
lebih bersih
-
dan lebih cocok dengan desain mobil masa kini
Fenomena ini sangat terlihat di Indonesia. Bahkan banyak dealer mengakui bahwa warna putih sering menjadi pilihan paling cepat habis dibanding warna lain.
Selain itu, tren media sosial dan fotografi otomotif juga ikut mempengaruhi. Mobil putih dianggap lebih fotogenik dan lebih cocok dipadukan dengan aksen hitam atau velg gelap.
Selera Konsumen Kini Lebih Dipengaruhi Lifestyle
Dulu warna mobil lebih dipilih berdasarkan faktor praktis. Namun sekarang, warna kendaraan mulai menjadi bagian dari gaya hidup dan identitas visual pemiliknya.
Karena itu, banyak konsumen modern lebih memilih warna yang:
-
terlihat sporty
-
lebih premium
-
atau lebih cocok untuk konten media sosial
Silver yang dulu dianggap futuristis kini justru mulai dipersepsikan terlalu umum dan kurang emosional dibanding warna-warna baru.
Pabrikan Juga Mulai Mengikuti Tren Global
Perubahan ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Secara global, tren warna otomotif memang bergeser ke arah:
-
putih
-
hitam
-
abu-abu gelap
-
dan earth tone
Beberapa pabrikan bahkan mulai memperkenalkan:
-
matte grey
-
sand khaki
-
olive
-
hingga warna satin
untuk memberi kesan lebih eksklusif dan modern.
Akibatnya, silver terang yang dulu mendominasi perlahan mulai tersisih dari tren desain otomotif modern.
Silver Belum Hilang, Tetapi Tidak Lagi Mendominasi
Meski mulai jarang menjadi warna utama, silver sebenarnya belum benar-benar hilang dari pasar otomotif.
Warna ini masih punya keunggulan:
-
mudah dirawat
-
tidak cepat terlihat kotor
-
dan relatif aman untuk resale value
Namun dibanding satu dekade lalu, posisi silver memang tidak lagi sekuat sebelumnya.
Dan mungkin itulah yang menarik dari dunia otomotif: bahkan tren warna mobil pun ternyata bisa berubah mengikuti perkembangan desain, gaya hidup, hingga cara orang memandang identitas kendaraan mereka. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari