Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

7 Mobil Jepang yang Dianggap “Gagal” di Indonesia, Padahal Desainnya Justru Dianggap Keren Sampai Sekarang

Hakam Alghivari • Kamis, 4 Juni 2026 | 21:58 WIB
Ilustrasi Nissan Juke di jalanan Indonesia. (AI/HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)
Ilustrasi Nissan Juke di jalanan Indonesia. (AI/HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pasar otomotif Indonesia punya karakter yang unik. Tidak semua mobil dengan desain bagus atau teknologi menarik otomatis sukses secara penjualan. Ada kalanya sebuah mobil justru gagal di pasar karena dianggap terlalu mahal, terlalu aneh, atau bahkan terlalu maju untuk zamannya.

Menariknya, beberapa mobil Jepang yang dulu kurang diminati kini justru mulai mendapat apresiasi dari pecinta otomotif. Desainnya dianggap berkarakter, tampil beda dibanding mobil modern, bahkan ada yang berubah menjadi cult car dengan penggemar loyal.

Baca Juga: 7 Mobil Pabrikan Eropa Bekas Pejabat yang Kini Harganya di Bawah Rp 150 Juta

Fenomena ini menunjukkan bahwa selera pasar otomotif sering berubah seiring waktu. Mobil yang dulu dianggap “aneh” kadang justru terlihat menarik beberapa tahun kemudian.

Berikut beberapa mobil Jepang yang sempat dianggap gagal di Indonesia, padahal desain dan karakternya justru masih menarik hingga sekarang.

1. Nissan Juke, SUV Nyentrik yang Terlalu Berani untuk Pasarnya

Ketika pertama kali hadir di Indonesia pada 2011, Nissan Juke langsung memancing pro dan kontra karena desainnya yang sangat tidak biasa.

Lampu depan bertingkat, bodi membulat, dan siluet crossover coupe membuat mobil ini terlihat berbeda dibanding SUV Jepang lain pada masanya. Banyak orang menganggap desainnya terlalu aneh untuk pasar Indonesia. 

Baca Juga: Bikin Kangen, 7 Motor Bebek Paling Ikonik Sepanjang Masa, Nomor 2 Bikin Generasi 2000-an Flashback

Namun justru karena tampil beda, Nissan Juke sekarang sering dianggap sebagai salah satu crossover Jepang paling berani secara desain. Bahkan beberapa media otomotif menyebut Juke sebagai mobil yang “terlalu maju” untuk selera pasar saat itu. 

2. Suzuki Kizashi, Sedan Jepang Rasa Eropa yang Kurang Dihargai

Suzuki Kizashi sebenarnya punya banyak hal menarik. Desainnya elegan, proporsinya proporsional, dan kualitas interiornya jauh di atas image Suzuki di Indonesia saat itu.

Banyak penggemar otomotif menganggap Kizashi sebagai salah satu sedan Jepang paling underrated. Handling-nya nyaman dan tampilannya bahkan masih terlihat modern hingga sekarang.

Namun Kizashi gagal berkembang karena harganya terlalu tinggi untuk ukuran sedan Suzuki. Di saat yang sama, konsumen Indonesia lebih memilih Toyota Camry atau Honda Accord yang sudah punya nama besar.

3. Honda CR-Z, Mobil Hybrid Sport yang Pasarnya Terlalu Kecil

Honda CR-Z adalah salah satu mobil Jepang paling unik yang pernah dijual resmi di Indonesia.

Mobil ini menggabungkan konsep hybrid dengan desain coupe sporty tiga pintu. Secara tampilan, CR-Z bahkan masih terlihat futuristik sampai sekarang.

Namun di Indonesia, mobil ini terlalu segmented. Harga jualnya tinggi dan pasar mobil hybrid saat itu belum berkembang seperti sekarang. Penjualannya pun tidak besar sebelum akhirnya produksi globalnya dihentikan Honda pada 2016.

Padahal bagi sebagian pecinta otomotif, CR-Z dianggap sebagai salah satu Honda modern dengan desain paling berkarakter.

Baca Juga: Inilah 5 Alasan Mengapa Anak Muda Kini Lebih Suka Mobil Tua daripada Mobil Baru, Ternyata Bukan Sekadar Gaya

4. Nissan Serena C24, MPV Futuristik yang Dulu Dianggap Aneh

Sebelum MPV boxy menjadi tren seperti sekarang, Nissan Serena generasi C24 sebenarnya sudah lebih dulu hadir dengan desain yang cukup futuristik.

Bentuknya tinggi, besar, dan mengotak. Pada awal 2000-an, desain seperti itu belum terlalu umum di Indonesia sehingga banyak orang menganggap Serena terlihat aneh.

Namun sekarang, desain boxy justru menjadi identitas MPV modern premium. Karena itu, Serena C24 mulai terlihat lebih “masuk zaman” dibanding dulu.

Baca Juga: Update Harga Motor Listrik Honda 2026: Intip Spesifikasi dan Varian Termurah

5. Mazda VX-1, Mobil yang Membingungkan Pasar

Mazda VX-1 sebenarnya adalah Suzuki Ertiga yang diberi sentuhan desain Mazda.

Masalahnya, pasar Indonesia saat itu bingung dengan posisi mobil ini. Orang yang mencari Mazda menginginkan karakter premium dan sporty, sementara VX-1 dianggap terlalu dekat dengan image mobil keluarga biasa.

Padahal secara desain, beberapa orang justru menganggap VX-1 lebih elegan dibanding Ertiga generasi awal.

6. Toyota Sera, Mobil Jepang dengan Pintu Kupu-Kupu

Toyota Sera memang tidak dijual massal di Indonesia, tetapi mobil ini cukup terkenal di kalangan pecinta mobil JDM.

Desainnya sangat futuristik untuk ukuran mobil awal 1990-an. Pintu butterfly dan kaca besar membuatnya terlihat seperti mobil konsep.

Sayangnya, mobil seperti ini terlalu niche untuk pasar Indonesia pada zamannya. Namun sekarang Toyota Sera justru menjadi salah satu mobil Jepang lawas yang dianggap unik dan collectible.

7. Mitsubishi i-MiEV, Mobil Listrik yang Datang Terlalu Cepat

Sebelum tren mobil listrik ramai seperti sekarang, Mitsubishi sebenarnya sudah pernah memperkenalkan i-MiEV.

Mobil listrik mungil ini hadir dengan desain futuristik dan konsep kendaraan perkotaan modern. Namun pasar Indonesia saat itu belum siap menerima mobil listrik.

Infrastruktur charging belum berkembang dan masyarakat masih asing dengan kendaraan listrik. Akibatnya, mobil ini tidak berkembang secara komersial.

Namun jika melihat tren sekarang, konsep i-MiEV justru terasa relevan dengan kebutuhan mobilitas perkotaan modern.

Kadang Mobil Gagal Bukan karena Produknya Jelek

Fenomena mobil-mobil Jepang ini menunjukkan satu hal menarik di dunia otomotif: tidak semua mobil gagal karena kualitas produknya buruk.

Ada mobil yang kalah karena:

Dan ketika waktu berjalan, sebagian mobil tersebut justru mulai mendapat apresiasi baru karena desain serta karakternya dianggap berbeda dibanding mobil modern yang semakin seragam. (kam/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#mobil jepang #indonesia #gagal #keren #desain