RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Bojonegoro dan kota-kota lain di Jawa Timur bersiap menyambut era baru kuda besi kustom. Pabrikan legendaris Royal Enfield akhirnya unjuk gigi di segmen elektrifikasi dengan memperkenalkan Flying Flea C6. Alih-alih merombak total identitasnya menjadi skuter futuristik, motor listrik perdana ini justru tampil eksentrik dengan mempertahankan DNA klasik ala motor perang Inggris masa lampau.
Bagi para bikers yang mendambakan kendaraan ramah lingkungan tanpa kehilangan "roh" maskulinitas retro, Flying Flea C6 berpotensi besar menjadi incaran utama. Berikut adalah ulasan teknis jelang peluncuran globalnya.
Rangka Super Ringan dengan Suspensi Khas "Jadul"
Kesan pertama melihat motor ini adalah perpaduan berani antara masa lalu dan masa depan. Dikutip dari Autocar India, Flying Flea C6 menggunakan rangka berbahan forged aluminium (aluminium tempa). Pemilihan material ini memastikan bobot motor tetap ringan sehingga mudah dikendalikan, terutama di tengah kepadatan lalu lintas kota.
Baca Juga: Motor Listrik Operasional MBG Seharga Rp49 Juta: Spesifikasi Trail Emmo JVX GT untuk Kepala SPPG
Menariknya, sektor depan tetap mempertahankan suspensi model girder fork yang ikonik, konstruksi suspensi kuno yang justru membuat siluetnya sangat vintage dan berkarakter. Sementara itu, kenyamanan area belakang ditopang oleh monoshock modern. Untuk keamanan, sistem pengereman telah dibekali rem cakram depan-belakang dengan teknologi ABS (Anti-lock Braking System).
Mesin Senyap, Torsi Menghentak Setara 350cc!
Jangan tertipu dengan penampilannya yang ramping. Di sektor dapur pacu, mesin bensin bersuara blar-blar khas Royal Enfield digantikan oleh motor listrik yang buas.
-
Performa: Tenaga yang dihasilkan diklaim setara dengan motor bensin kelas 250 cc hingga 350 cc (mampu memuntahkan sekitar 20 TK).
-
Torsi: Mencapai angka 60 Nm, sangat mumpuni untuk akselerasi stop-and-go secara instan.
-
Baterai: Menggunakan Lithium-ion yang didesain terintegrasi secara rapi menyatu dengan rangka, menjaga estetika visual mesin tidak terlihat kopong.
Baca Juga: Pilihan Motor Bekas Rp15 Jutaan: Ada NMAX hingga Honda Beat!
Keuntungan Integrasi Baterai pada Rangka Aluminium
Penggunaan baterai yang menyatu pada rangka forged aluminium bukan sekadar urusan estetika. Mengacu pada literatur rekayasa otomotif dari Society of Automotive Engineers - SAE International, rangka aluminium memiliki tingkat konduktivitas termal yang jauh lebih baik dibandingkan baja konvensional.
Hal ini berfungsi sebagai "pendingin pasif" (disipasi panas) yang krusial untuk menjaga suhu sel baterai tetap stabil saat motor dipacu maksimal, sehingga mencegah overheating dan memperpanjang umur (SOH) baterai.
Klasik di Luar, Pintar di Dalam
Meski wujudnya old-school, "otak" Flying Flea C6 sangat kekinian. Pabrikan melengkapi motor listrik ini dengan fitur cerdas yang menyasar pengendara modern:
-
Konektivitas smartphone penuh.
-
Sistem navigasi presisi.
-
Pembaruan perangkat lunak Over-the-Air (OTA).
-
Sistem elektronik cerdas yang mendukung berbagai Mode Berkendara menyesuaikan rute dan efisiensi baterai.
Bocoran Harga: Berapa Kisaran Motor Listrik Klasik Ini?
Pertanyaan terpenting bagi para pecinta otomotif: berapa dana yang harus disiapkan? Melansir bocoran terbaru dari portal otomotif terkemuka ZigWheels India, Royal Enfield Flying Flea C6 diperkirakan akan dibanderol di kisaran harga 3 Lakh Rupee atau setara dengan Rp 56.000.000 hingga Rp 60.000.000 (estimasi harga ex-showroom India, sebelum pajak dan penyesuaian regulasi impor ke Indonesia).
Kehadiran Flying Flea C6 membuktikan bahwa transisi energi di dunia otomotif tidak melulu harus mengorbankan nilai sejarah desain. Lewat perpaduan performa setara 350cc dan pesona girder fork yang memukau, langkah awal Royal Enfield di ranah elektrifikasi ini patut diperhitungkan. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko