Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Opini: Waspada, Lonjakan Kolesterol Menyebabkan Stroke

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 6 April 2025 | 21:00 WIB
Photo
Photo

 

Oleh:
Prima Trisna Aji
Dosen Prodi Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang

 

SETELAH menjalani ibadah puasa Ramadhan selama 30 hari penuh, umat muslim bertemu dengan hari Raya Idul Fitri. Di negara Indonesia sendiri tradisi setelah Salat Idul Fitri dilanjut dengan berkeliling ke seluruh tetangga hingga seluruh keluarga besar.

Tradisi setiap rumah dihidangkan berbagai jenis makanan dan snack, membuat setiap orang yang melakukan tradisi sungkeman keliling ke rumah – rumah mau tak mau harus mencicipi makanan yang sudah dihidangkan dari tuan rumah. Dari makanan yang tinggi gula, tinggi kolesterol hingga makanan yang memiliki tinggi purin serta tinggi santan.

Hal ini tentunya akan membuat lonjakan terutama pada kolesterol menjadi meningkat, belum lagi tradisi jawa setiap rumah memiliki tradisi memasak Opor Ayam, bebek dan Opor Angsa. Makanan itu memiliki tinggi santan serta memiliki kolesterol yang sangat tinggi. Berdasarkan dari data Ahli Gizi tahun 2024 Daging bebek mengandung sekitar 80 mg kolesterol per 100 gram. Kandungan kolesterol ini lebih tinggi dibandingkan daging ayam yang hanya mengandung sekitar 60 mg kolesterol per 100 gram.

Mengutip dari Dokter RS di Gresik dr Heri Munajib, SpN menyampaikan bahwa pasca bulan Ramadan memasuki bulan syawal kebiasan warga Kabupaten Gresik melakukan unjung - unjung untuk bersilaturahmi. Setelah hari raya lebaran, kasus stroke terjadi peningkatan.  Karena banyak yang menganggap bahwa Lebaran merupakan ajang “balas dendam” setelah selama satu bulan tidak bisa makan setiap waktu tetapi setelah lebaran bisa melampiaskan Hasrat untuk makan sebebasnya.  Kebanyakan dihari lebaran banyak orang yang mengkonsumsi makanan yang tinggi purin, lemak, kolesterol, dan gula sehingga menyebabkan peningkatan gula dan tensi darah sehingga terjadi Hipertensi.  Stroke dapat terjadi jika pembuluh darah pecah karena tensi yang meningkat tanpa disadari.

Stroke sendiri merupakan penyakit yang mengancam jiwa karena apabila terjadi serangan stroke, setiap menit sebanyak 1,9 juta sel otak dapat mati. Di seluruh dunia, stroke adalah penyebab utama kematian dan disabilitas nomor dua. Di Indonesia, stroke merupakan penyebab utama kecacatan dan kematian, menyumbang 18,5% dari kematian total dan 11,2% dari kecacatan total.

Data dari Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 menunjukkan bahwa tingkat prevalensi stroke di Indonesia mencapai 8,3 per 1.000 orang. Stroke juga merupakan salah satu penyakit yang paling membahayakan, menghasilkan pembiayaan tertinggi ketiga setelah kanker dan penyakit jantung, mencapai 5,2 triliun rupiah pada tahun 2023.

Salah satu penyebab Stroke pada hari raya Idul Fitri adalah terlalu banyak mengkonsumsi makanan tinggi santan serta makanan tinggi kolesterol. Makanan menjadi faktor utama timbulnya penyakit-penyakit tersebut karena umumnya hidangan yang disuguhkan ketika Lebaran banyak mengandung santan dan sering dihangatkan. Pemanasan berulang ini mengubah lemak jenuh, yang menyebabkan peningkatan kolesterol.  Selain itu, makanan yang tersedia biasanya mengandung banyak bumbu, yang biasanya asin.  Selain itu, kue-kue manis dan berbagai hidangan gurih meningkatkan gula darah dan konsumsi garam.

Kasus terbaru terjadi setelah Idul Fitri 2023.  Setelah bersepeda di bawah sinar matahari selama liburan, Muhamad Syamil Aqil, seorang remaja berusia 11 tahun, meninggal akibat dehidrasi dan heat stroke.  Ia meninggal dunia di Klinik Kesehatan Balai di dekat Bachok, Kelantan, Malaysia. Kemudian kasus yang terjadi di desa Sekaran Wonosari Klaten dimana seorang nenek yang terkena Stroke ketika merayakan Idul Fitri kemudian masuk Rumah Sakit karena serangan Stroke dan 3 hari setelahnya meninggal dunia. Setelah ditelusur ternyata sang nenek terlalu banyak mengkonsumsi makanan berlemak serta makan Tape terlalu banyak.

Salah satu cara untuk mengurangi risiko stroke dan hipertensi selama hari raya Idul Fitri adalah dengan menghindari makanan dan minuman yang tinggi kalori dan gula berlebihan. Tanda gejala senyum tidak simetris (mencong ke satu sisi), tersedak, kesulitan menelan air minum secara tiba-tiba, dan gerak separuh anggota tubuh yang melemah.  Kemudian, bicara pelo, tiba-tiba tidak dapat bicara, tidak mengerti kata-kata, bicara tidak nyambung, kebas atau baal, kesemutan separuh tubuh, rabun, pandangan satu mata kabur yang terjadi tiba-tiba, sakit kepala hebat yang tidak pernah dirasakan sebelumnya, gangguan keseimbangan seperti terasa berputar, gerakan sulit dikoordinasi seperti tremor, gemetar, dan sempoyongan.

Karena setiap detik sangat penting, pasien harus segera dibawa ke rumah sakit yang memiliki Dokter Spesialis Neurologi Saraf.  Selama periode emas, atau 4,5 jam, stroke dapat ditangani dengan cepat, mengurangi risiko kematian dan kecacatan.  Saran selanjutnya adalah jangan menunda untuk pergi ke rumah sakit dengan harapan gejala akan sembuh sendiri.  Pasien yang mengalami stroke harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mencegah kematian jaringan yang terlalu luas dan menyelamatkan bagian otak yang belum mati. (*)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#masakan #disabilitas #stroke #hipertensi #kolesterol #dokter #kematian #Lebarab #otak #kesehatan #Kolestrol #idul fitri #Universitas Muhammadiyah Semarang #survei kesehatan indonesia #Makanan