SMPN 2 Parengan berhasil mengantarkan anak didiknya meraih prestasi berlevel nasional. Dalam pergelaran Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2019 yang digelar di Banten, lembaga pendidikan yang mewakili Provinsi Jawa Timur ini meraih sepuluh besar nonranking untuk kategori penyaji terbaik kesenian tradisional. Dengan prestasi tersebut, seniman sekolah ini tidak hanya membanggakan sekolahnya saja, namun juga mengharumkan nama Kabupaten Tuban dan Provinsi Jawa Timur.
Kepala SMPN 2 Parengan Sujoko, S,Pd. M,Pd mengapresiasi anak didiknya yang mengharumkan dan membanggakan almamater. Menurutnya, ini merupakan capaian prestasi yang luar biasa. Kesuksesan tersebut, kata Joko, panggilan akrabnya tidak lepas dari kekompakan dewan guru, khususnya pembina, peserta didik, dan wali murid. Mereka kompak bekerja sama dan mensuport seluruh kegiatan dan program yang dijalankan sekolah hingga berhasil mencetak generasi yang berprestasi.
‘’Saya mengucapkan selamat kepada para murid dan pembina yang berhasil mengantar prestasi hingga tingkat nasional ini,’’ tegas dia. Penghargaan juga diberikan kepada pelatih karawitan SMPN 2 Parengan Eko Hardoyo yang bekerja keras melatih dan mengantarkan anak didiknya hingga masuk sepuluh besar FLS2N.
Joko lebih lanjut mengatakan, prestasi tersebut bukan satu-satunya dan pertama yang diraih anak didiknya. Sebelumnya, siswa SMPN 2 Parengan juga menorehkan banyak prestasi di tingkat kabupaten maupun provinsi. Salah satunya bulu tangkis.
Dia optimistis prestasi yang diraih tersebut nantinya bisa memberikan motivasi peserta didik lainnya.
Meski sekolahnya tidak berada di perkotaan, dia bangga karena kemampuan dan potensi siswa-siswinya tak kalah dengan anak didik sekolah di pusat kota. ‘’Saya berharap raihan ini nantinya menjadi dorongan untuk menularkan kepada siswa lain,’’ imbuh dia.
Pembina ekstra karawitan SMPN 2 Parengan Drs. Liknarto menambahkan, siswa sudah berlatih selama enam bulan untuk mempersiapkan diri sebelum tampil FLS2N. Dia mengatakan, untuk mengikuti event tersebut, sekolah sempat terkendala keterbatasan dana dan alat. Namun, keterbatasan tersebut bukan penghalang untuk mengantarkan anak didiknya menggapai prestasi.
Proses meraih prestasi tersebut, menurut dia, tidaklah instan. Sebelum tampil di FLS2N, kita terlebih dahulu harus berkompetisi di tingkat kabupaten dan provinsi.
Melihat semangat dan kesungguhan anak didiknya dalam menghadapi FLS2N, sekolah berupaya semaksimal mungkin untuk mencari pinjaman alat musik dari Sanggar Ngripto Raras hingga meraih prestasi penyaji terbaik seni tradisional tersebut.
Pendidik matematika ini mengungkapkan, selama ini SMPN 2 Parengan mencetak bibit unggul berprestasi. Tidak hanya di bidang akademis saja, namun juga di bidang nonakademis. ‘’Kita tunjukkan kalau sekolah ini bukanlah sekolah yang tertinggal, namun sekolah yang mempunyai bibit unggul yang berprestasi,’’ tandasnya. (rif)
Editor : M. Yusuf Purwanto