RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Satuan Tugas (Satgas) Yonif 410/Alugoro mencatat capaian penting selama menjalankan penugasan di Papua. Dalam kurun waktu hampir 11 bulan, sebanyak 37 orang yang terdiri atas mantan anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) beserta keluarganya menyatakan ikrar setia dan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Baca Juga: Warga Drenges Rasakan Manfaat Pendampingan, Kini Siap Kembangkan Geoproduk Bernilai Jual Tinggi
Satgas Yonif 410/Alugoro diberangkatkan menuju daerah penugasan pada 23 Juli 2025. Selama bertugas di Papua, satuan tersebut mengedepankan pendekatan humanis melalui dialog dan komunikasi persuasif kepada masyarakat maupun kelompok yang selama ini masih berseberangan dengan pemerintah.
Komandan Yonif 410/Alugoro, Letkol Inf Sudarmanto, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh prajurit yang secara konsisten mengutamakan pendekatan kemanusiaan dalam setiap pelaksanaan tugas.
"Selama bertugas kami selalu mengedepankan dialog humanis. Prajurit hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga membangun komunikasi, mendengarkan aspirasi masyarakat, serta menumbuhkan rasa saling percaya. Alhamdulillah, pendekatan itu membuahkan hasil dengan adanya saudara-saudara kita yang kembali menyatakan setia kepada NKRI," ujarnya.
Baca Juga: BPN Kebut Pembebasan Dua Bendungan PSN
Menurut Sudarmanto, proses tersebut tidak diraih secara instan. Seluruh personel harus menjalin komunikasi secara intensif, membangun hubungan baik dengan masyarakat, serta memberikan pemahaman mengenai pentingnya hidup damai dan bersama-sama membangun Papua.
"Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama seluruh personel Satgas. Semoga semakin banyak saudara-saudara kita yang memilih jalan damai sehingga situasi keamanan di Papua semakin kondusif dan pembangunan dapat berjalan lebih baik," katanya.
Dalam proses tersebut, Satgas Yonif 410/Alugoro juga mengamankan sejumlah barang yang sebelumnya dikuasai kelompok tersebut, yakni lima pucuk senapan angin dan delapan bilah parang. (hul/zim)
Editor : Hakam Alghivari