Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Penentuan 1 Syawal Sudah Dijadwalkan: Kemenag RI Umumkan Sidang Isbat Hari Raya Idul Fitri pada 19 Maret 2026

Yuan Edo Ramadhana • Rabu, 4 Maret 2026 | 15:16 WIB

sholat idul fitri yang dilakukan berjamaah di masjid
sholat idul fitri yang dilakukan berjamaah di masjid

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tak terasa, umat muslim sudah menginjak fase pertengahan bulan Ramadan. Hal ini juga berarti masyarakat sudah makin dekat dengan Hari Raya Idul Fitri, yang jatuh pada 1 Syawal di kalender hijriah.

Kementerian Agama (Kemenag) RI telah menjadwalkan rukyatul hilal dan sidang isbat untuk menentukan pergantian bulan Ramadan ke Syawal pada 19 Maret mendatang, bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H.

“Pelaksanaan sidang didasarkan pada data hisab dan hasil rukyat yang diverifikasi, serta melalui mekanisme yang terbuka kepada publik,” jelas Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kemenag RI, Abu Rokhmad dalam pernyataan resmi kementerian pada Minggu (1/3).

Setelah sebelumnya sidang isbat 1 Ramadan Februari lalu dilaksanakan di Hotel Borobudur, Jakarta, sidang isbat 1 Syawal bakal dikembalikan ke Kantor Kemenag. Namun sama seperti sidang isbat 1 Ramadan, sidang isbat kali ini juga akan dimulai dengan seminar penentuan posisi hilal.

Selain itu, sidang isbat juga kembali melibatkan Badan Meteorologi, Kilmatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), berbagai astronom dan perwakilan planetarium dan observarotium, serta berbagai ormas Islam. “Karena melibatkan representasi yang luas, keputusan sidang isbat memiliki legitimasi keagamaan yang kuat,” tambah Rokhmad.

Sementara itu, sama seperti penentuan 1 Ramadan, organisasi Muhammadiyah sudah jauh-jauh hari menentukan 1 Syawal 1447 H sejak September 2025 silam melalui Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025. Sehingga masih ada potensi perbedaan 1 Syawal antara Muhammadiyah dan pemerintah.

Rinciannya, hasil perhitungan hisab Muhammadiyah menggunakan metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) menunjukkan bahwa pada saat ijtimak terjadi pada 19 Maret, tinggi dan elongasi bulan di wilayah Provinsi Arkhangelsk, Rusia telah memenuhi persyaratan Parameter Kalender Global (PKG) untuk terjadinya pergantian bulan. Sehingga disimpulkan bahwa untuk umat Muhammadiyah, Hari Raya Idul Fitri bakal jatuh pada 20 Maret.

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, baik pemerintah RI maupun ormas Nahdlatul Ulama (NU) mengandalkan rukyatul hilal atau pengamatan langsung untuk menentukan pergantian bulan. Dengan pengamatan dilaksanakan pada 19 Maret, masih ada kemungkinan penetapan Hari Raya Idul Fitri jatuh antara 20 atau 21 Maret. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kementerian agama #hari raya idul fitri #nahdlatul ulama #rukyatul hilal #muslim #1 Syawal 1447 H #1 ramadan #1 syawal #ormas islam #kemenag #islam #idul fitri #muhammadiyah #kalender hijriah #hari raya