RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Di tengah dinamika politik dan ekonomi awal tahun, Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa memberikan serangkaian pernyataan penting kepada awak media terkait beberapa isu yang sedang menjadi sorotan publik. Mulai dari proyek penataan pemukiman rakyat atau "Gentengisasi", kondisi pasar modal, hingga optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Berikut adalah poin-poin utama yang dirangkum dari keterangan pers Menkeu:
1. Proyek "Gentengisasi": Anggaran Lebih Kecil dari Perkiraan
Isu yang paling menyedot perhatian adalah proyek penggantian atap seng menjadi genteng (Gentengisasi) yang digagas Presiden Prabowo. Menkeu Purbaya menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir soal pembengkakan anggaran.
-
Sumber Dana: Menkeu menyebutkan ada kemungkinan anggaran diambil dari pos cadangan atau melalui efisiensi dari program lain, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dipotong atau disesuaikan.
-
Estimasi Realistis: Meskipun hitungan kasar di awal terlihat besar, Purbaya menyatakan angka aktualnya akan jauh lebih kecil. "Angka itu nanti lebih kecil daripada yang pernah Anda dengar angka aktualnya. Ini kan belum dihitung, baru hitungan kasar sekali," jelasnya.
-
Target: Fokus utama adalah mengganti atap seng dengan bahan bitumen atau batu-batuan yang lebih berkualitas dan sejuk.
2. Optimisme Ekonomi: Pajak Tumbuh 30% di Januari 2026
Menkeu membawa kabar baik mengenai fondasi ekonomi Indonesia. Berdasarkan data terbaru yang ia terima, penerimaan pajak pada bulan Januari 2026 tumbuh pesat.
-
Pertumbuhan Pajak: Secara neto, pajak tumbuh sebesar 30% pada Januari 2026.
-
PMI Manufaktur: Indeks Manajer Pembelian (PMI) juga menunjukkan tren positif dari 51 naik menjadi 52,3, yang menandakan ekonomi sedang membaik dan berekspansi.
-
Prediksi Pertumbuhan: Menkeu memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahunan akan berada di kisaran 5,1% hingga 5,2%.
3. Perang Melawan Saham Gorengan
Menanggapi gejolak di pasar modal, Purbaya memberikan dukungan penuh kepada otoritas terkait untuk membersihkan bursa dari praktik manipulasi harga atau "saham gorengan".
-
Lindungi Investor Kecil: Menkeu menekankan pentingnya menjaga pasar agar investor kecil tidak menjadi korban. "Bersihkan pasar dari penggoreng saham karena nanti investor kecil kasihan kalau salah beli saham yang gorengan itu," tegasnya.
-
Fondasi Ekonomi: Baginya, harga saham pada akhirnya akan mengikuti pondasi ekonomi. Jika ekonomi bergerak cepat dan perusahaan memiliki kinerja bagus, harga saham akan naik secara organik (to the moon) tanpa perlu manipulasi.
4. Isu Lainnya: Pejabat, Pansel, dan Polemik Noel
Menkeu juga sempat menjawab singkat beberapa isu lain:
-
Pansel Definitif: Pemerintah telah mengirim surat ke Bank Indonesia dan pihak terkait untuk mengirim perwakilan anggota Pansel (Panitia Seleksi) guna mempercepat pemilihan ketua definitif sesuai undang-undang.
-
Kasus Noel: Menanggapi pertanyaan media terkait Immanuel Ebenezer (Noel), Menkeu memilih untuk tidak berkomentar banyak. "Biarin aja lah, biarin aja," ucapnya singkat.
Kesimpulan
Kementerian Keuangan di bawah arahan Purbaya Yudi Sadewa tampak fokus pada menjaga fleksibilitas fiskal.
Dengan pertumbuhan pajak yang solid di awal tahun dan pengawasan pasar modal yang diperketat, pemerintah optimis fondasi ekonomi Indonesia cukup kuat untuk menopang program-program prioritas Presiden Prabowo, termasuk penataan lingkungan melalui proyek Gentengisasi. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko