RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Menjelang pergantian tahun, angin segar kembali berhembus bagi para Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Berdasarkan pemantauan terbaru melalui sistem SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation), bantuan sosial tambahan yakni BLT Kesra (Kesejahteraan Rakyat) Tahap 2 menunjukkan progres yang sangat positif.
Kabar ini menjadi kejutan manis, terutama karena adanya peluang bagi masyarakat yang berada di Desil 6 hingga 10, kelompok yang biasanya jarang tersentuh bantuan reguler, untuk turut merasakan manfaat ini.
Update Terkini: Status Sudah SPM
Melansir informasi dari saluran Pendamping Sosial, status penyaluran BLT Kesra Tahap 2 di aplikasi SIKS-NG per akhir Desember ini telah berubah menjadi SPM (Surat Perintah Membayar).
Apa artinya SPM? Dalam alur pencairan bansos, SPM menandakan bahwa Kementerian Sosial telah resmi menerbitkan surat perintah kepada pihak penyalur (dalam hal ini PT Pos Indonesia) untuk membayarkan dana bantuan kepada nama-nama yang terdaftar.
Setelah status SPM, biasanya hanya butuh waktu singkat (sekitar 1-3 hari kerja) untuk berubah menjadi SI (Standing Instruction), yang berarti dana siap dicairkan atau undangan mulai disebar.
Kejutan untuk Desil 6-10: Siapa Saja yang Berhak?
Poin paling menarik dari pencairan BLT Kesra Tahap 2 senilai Rp900.000 ini adalah target penerimanya. Pemerintah tampaknya sedang memenuhi kuota penyaluran akhir tahun, sehingga kriteria penerima sedikit meluas.
Berikut adalah kriteria KPM yang berpotensi mendapatkan "surat cinta" dari PT Pos Indonesia kali ini:
Baca Juga: Kejutan Akhir Tahun! Cek Bansos PKH, BPNT, hingga BLT Kesra Cair Serentak di Berbagai Daerah
-
KPM Desil Tinggi (6-10): Biasanya, bansos diprioritaskan untuk Desil 1-4 (sangat miskin hingga rentan). Namun, untuk BLT Kesra ini, data DTKS menunjukkan bahwa masyarakat di Desil 6-10 yang statusnya tidak exclude (dikeluarkan) berpeluang masuk kuota.
-
Korban Graduasi Alamiah: Mantan penerima PKH yang sudah tidak cair karena komponennya habis (misal: anak sudah lulus sekolah) berpotensi dialihkan menjadi penerima BLT Kesra ini.
-
Bukan Penerima Ganda Bermasalah: Mereka yang data kependudukannya bersih dan tidak terindikasi memiliki anggota keluarga ASN/TNI/Polri/P3K dengan gaji di atas UMP.
Cara Cek Potensi Penerima (Tanpa Harus ke Kantor Pos)
Banyak masyarakat yang sering salah kaprah dengan langsung mendatangi Kantor Pos untuk menanyakan nama mereka. Perlu diketahui, PT Pos Indonesia hanya penyalur dan tidak memiliki akses untuk mengecek data sebelum jadwal pencairan turun.
Untuk mengetahui apakah Anda berpeluang mendapatkan dana Rp900.000 ini, lakukan langkah cerdas berikut:
Baca Juga: Banjir Pencairan! Cek Bansos BPNT Tahap 4 Resmi Cair Serentak di BRI, Mandiri, dan BNI
-
Hubungi Pendamping Sosial/Operator SIKS-NG: Ini adalah cara paling akurat. Tanyakan kepada operator desa atau pendamping PKH setempat untuk mengecek status NIK Anda di aplikasi SIKS-NG. Jika statusnya SPM/SI untuk BLT Kesra, maka Anda aman.
-
Cek Mandiri di Aplikasi "Cek Bansos":
-
Lihat pada kolom profil/status kepesertaan.
-
Perhatikan bagian "Desil". Jika tertulis Desil 6-10 dan kolom keterangan statusnya kosong (tidak ada tulisan exclude karena judi online atau exclude karena mampu), maka ada kemungkinan besar Anda masuk kuota.
-
Hati-Hati Modus dan Hoaks
Di tengah kabar gembira ini, KPM diimbau untuk tetap waspada. Undangan pengambilan bantuan BLT Kesra Tahap 2 resmi hanya didistribusikan melalui Pemerintah Desa/Kelurahan atau RT/RW setempat. Jangan percaya pada pihak yang meminta pungutan liar dengan janji bisa "menguruskan" pencairan.
Baca Juga: Update Bansos 26 Desember 2025: Batas Akhir Pencairan dan Daftar Golongan Penerima Seumur Hidup
Penyaluran lewat PT Pos Indonesia menuntut KPM membawa:
-
KTP Asli
-
KK Asli
-
Surat Undangan Barcode dari PT Pos (Wajib)
Harapan di Penghujung 2025
Dengan status yang sudah SPM, besar harapan dana Rp900.000 ini bisa diterima masyarakat sebelum tahun 2025 berakhir atau paling lambat di awal Januari 2026. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat dan menutup tahun dengan senyuman.
Bagi Anda yang merasa memenuhi syarat namun belum mendapatkan undangan, harap bersabar dan terus berkoordinasi dengan Puskesos (Pusat Kesejahteraan Sosial) di desa masing-masing. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko