Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Awal Puasa Ramadan 2026 Versi Muhammadiyah Jatuh pada 18 Februari 2026 dan Idulfitri pada 20 Maret 2026

Bhagas Dani Purwoko • Selasa, 11 November 2025 | 02:42 WIB

 

Ilustrasi puasa sunnah.
Ilustrasi puasa sunnah.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah secara resmi mengumumkan jadwal awal Puasa Ramadan untuk tahun 1447 Hijriah. Berdasarkan metode perhitungan astronomi yang menjadi acuan utama organisasi, 1 Ramadan 1447 H dipastikan jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026.

Keputusan ini tertuang dalam maklumat resmi yang dirilis oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, menegaskan kepastian waktu ibadah bagi seluruh warga Muhammadiyah dan umat Islam yang menggunakan pedoman ini. 

Dasar Penetapan: Konsistensi Hisab Hakiki Wujudul Hilal

Penentuan awal bulan Hijriah oleh Muhammadiyah didasarkan pada metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal. Metode ini mengandalkan perhitungan astronomi yang sangat akurat, menggabungkan data posisi matahari dan bulan.

Metode ilmiah ini memungkinkan Muhammadiyah menetapkan jadwal ibadah (Ramadan, Syawal, dan Zulhijah) jauh hari tanpa harus bergantung pada pengamatan bulan secara langsung (Rukyatul Hilal). 

Jadwal Penting Ramadan dan Idulfitri 1447 H

Selain awal Ramadan, PP Muhammadiyah juga merilis tanggal-tanggal penting lainnya:

Ibadah Penting Tanggal Masehi
Awal Ramadan 1447 H Rabu, 18 Februari 2026
Idulfitri 1447 H Jumat, 20 Maret 2026

Konsistensi ini juga didukung oleh penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Kalender ini mengintegrasikan perhitungan astronomi secara global, memberikan kepastian waktu yang konsisten sebagai acuan resmi penanggalan Hijriah. 

Menjaga Ukhuwah di Tengah Perbedaan Metode

Seperti yang diketahui, metode penetapan awal puasa oleh Muhammadiyah berbeda dengan Pemerintah Indonesia, yang umumnya masih menerapkan metode Rukyatul Hilal (pengamatan langsung).

Meski terdapat perbedaan metode, Muhammadiyah menegaskan bahwa hal tersebut berada dalam koridor Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam). Umat Islam dihimbau untuk bebas mengikuti ketetapan yang sesuai dengan keyakinannya, tanpa mengurangi nilai ibadah. 

Manfaat Pengumuman Lebih Awal

Pengumuman jadwal yang dilakukan jauh hari ini memberikan manfaat besar bagi umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah:

  1. Perencanaan Ibadah: Memudahkan umat dalam mempersiapkan kegiatan ibadah, sosial, dan pengaturan aktivitas harian selama bulan suci.

  2. Kepastian Logistik: Keluarga Muslim dapat lebih terencana dalam mengatur jadwal mudik, cuti kerja, hingga kegiatan pendidikan anak.

  3. Konsistensi: Konsistensi penggunaan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal memungkinkan organisasi menyusun kalender Islam hingga bertahun-tahun ke depan.

Kepastian kalender ini dianggap penting sebagai ciri khas Muhammadiyah dalam menafsirkan ajaran Islam secara rasional dan modern, memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk menghadirkan kepastian bagi umat. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#wujudul hilal #ukhuwah Islamiyah #rukyatul hilal #hisab hakiki #muhammadiyah #idulfitri #puasa ramadan #1447 H