RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Jabatan Menteri Keuangan (Menkeu) resmi berpindah dari Sri Mulyani ke Purbaya Yudhi Sadewa per Selasa siang (9/9). Serah terima jabatan (sertijab) antara kedua sosok tersebut menjadi salah satu agenda yang menyita perhatian setelah pemerintah mengumumkan reshuffling kabinet pimpinan Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/9).
Keduanya berkesempatan menyampaikan pidato sebagai pesan untuk masyarakat dalam sertijab yang dilaksanakan di Aula Mezzanine, Gedung Djuanda 1 Kemenkeu tersebut. Dalam pidato perpisahannya, Sri Mulyani meminta semua pihak menghormati privasinya setelah melepas jabatan, karena tentu kini dirinya kembali menjadi rakyat biasa.
"Saya pamit undur diri pagi hari ini dan mohon mulai saat ini untuk kami dihormati ruang privasi kami atau ruang pribadi saya sebagai warga negara biasa," ujar wanita yang akrab disapa Ani tersebut . Terlebih, sertjiab dilaksanakan setelah rumahnya sempat dijarah di fase akhir demonstrasi DPR RI Agustus lalu.
Selain itu, Ani juga menyampaikan sedikit wejangan untuk penggantinya yang sudah mulai bertugas. “Saya mengucapkan selamat kepada pejabat baru Pak Purbaya Yudhi. Selamat mengemban amanah dan tanggung jawab yang sangat penting, yaitu mengelola dan menjaga keuangan negara, dan memimpin Kementerian Keuangan. Semoga Pak Yudhi diberikan kemudahan dan sukses membantu Presiden Prabowo, ” ucap wanita yang pernah menjabat sebagai kepala Bank Dunia tersebut.
Sementara itu dalam sambutannya, Purbaya mengungkapkan tantangan geopolitik dan perubahan iklim bakal menjadi rintangan terbesar bagi perekonomian Indonesia. Sehingga dirinya meminta jajaran Kementerian yang kini dipimpinnya agar lebih melek terhadap isu-isu mengenai dua hal tersebut.
“Geopolitik akan menjadi game changer. Indonesia tidak bisa lepas dari dampak geopolitik dunia. Oleh karena itu, jajaran Kementerian Keuangan harus paham kondisi terkini, harus paham isu strategis, dalam menyusun kebijakan, kita tidak boleh naif, jangan sampai fokus ke isu kecil yang justru menghambat kebijakan strategis,” jelas Purbaya dalam pidato perdananya sebagai Menkeu.
“Selain itu, tantangan perubahan iklim semakin nyata, sebagai negara yang rentan dengan bencana alam. Indonesia harus bersiap untuk menghadapi risiko perubahan iklim yang akan berdampak pada sektor-sektor kunci, seperti pertanian, perikanan dan energi. Peran Kementerian Keuangan dalam merancang kebijakan fiskal yang mendukung pembangunan berkelanjutan sangat krusial,” tambah Purbaya. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana