Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Menilik Spesifikasi Rimueng, Rantis Multifungsi Andalan Brimob: Cocok Untuk Huru-Hara, Termasuk Libas Pendemo

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 01:51 WIB
Photo
Photo

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Demonstrasi massa terhadap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Jakarta Pusat berakhir dengan tragedi pada Kamis malam (28/8). Salah seorang pekerja ojek online yang tidak terlibat dalam aksi demonstrasi, Affan Kurniawan meninggal dunia di tengah upaya massa mundur dari lokasi demo.

Yang mengerikan, berdasarkan video yang ramai beredar di media sosial, Affan diketahui tertabrak dan terlindas kendaraan taktis (Rantis) milik Brimob yang sedang mengejar massa. Setelah berhenti sebentar, aparat pengendara rantis melanjutkan usaha memukul mundur massa tanpa memedulikan Affan yang tergeletak di bawah mobil mereka.

Meskipun Affan sempat dilarikan dunia ke rumah sakit, pemuda tersebut akhirnya meregang nyawa akibat luka-luka yang dideritanya. Affan dimakamkan pada Jumat pagi (29/8) dengan diiringi sesama pekerja ojek online, yang sebelumnya sempat menyerbu markas Brimob akibat insiden tersebut.

Dari video tersebut, diketahui para personel Brimob menggunakan rantis jenis Rimueng. ‘Rimueng’ sendiri berarti ‘harimau’ dalam Bahasa Aceh. Brimob Polri mengandalkan setidaknya dua jenis kendaraan pengangkut personel (APC) untuk disulap melalui Pindad menjadi Rimueng, yakni Daeji Wolf asal Korea Selatan, dan Panus ASPV asal Thailand.

Rimueng dapat dibangun menggunakan basis mobil jalan raya sebagai tulang punggungnya, misal Toyota Land Cruiser, Ford Ranger dan Mitsubishi Pajero. Informasi yang diperoleh dari Instagram Korps Brimob mengindikasikan kebanyakan unit Rimueng mengandalkan basis Pajero, dengan mesin disel 3.200cc bertenaga 200 tenaga kuda.

Selain itu setiap unit Rimueng dapat mengangkut hingga 12 personel di dalam dan luar mobil (penumpang di luar bergantung di pijakan samping), dan dilengkapi dengan lapisan baja anti peluru dan kaca anti peluru dengan ketebalan NIJ level 3. Rimueng dapat melaju hingga 100 km/jam, dan dapat mendaki tanjakan hingga 60 derajat sambil melaju hingga 60 km/jam.

Sebagai gambaran, sertifikasi perlindungan NIJ level 3 melindungi penumpang dari peluru hingga ukuran 7,62mm dan 5,56 mm, yang berarti cukup banyak senjata api yang tidak mempan menembus Rimueng. Secara teori, bahkan senjata api terkenal seperti HK416, AUG, SCAR-H dan berbagai senjata mesin serupa tidak dapat membuat lubang di badan rantis ini.

Selain itu setiap unit Rimueng juga dilengkapi dengan ban jenis run-flat, yang meminimalisir kebocoran dan kempes jika berlubang. Sehingga jika terkena ranjau atau peluru, Rimueng masih bisa dijalankan cukup lama tanpa ganti ban. Selain itu ban-ban ini kuat menopang berat Rimueng yang dapat mencapai 14 ton dalam keadaan penumpang dan bensin penuh.

Tentu, ada banyak perlengkapan yang bisa disiapkan dan dipasang dalam Rimueng. Selain rak untuk persenjataan dan tameng, Rimueng juga dilengkapi dudukan untuk senapan serbu, serta dua unit pelontar gas air mata yang dapat memuat masing-masing 15 amunisi gas air mata berdiameter atau kaliber 38mm.

Di luar fungsinya sebagai kendaraan tempur, Rimueng umumnya difungsikan untuk transportasi personel Brimob dan kepolisian untuk operasi jarak jauh dengan medan sulit, serta kendaraan penanganan huru-hara termasuk demonstrasi. Selain itu Rimueng juga dapat digunakan untuk transportasi VVIP, seperti yang terjadi pada demonstrasi Kabupaten Pati pada pertengahan Agustus. Kala itu Bupati Pati, Sudewo harus menumpang Rimueng karena menjadi sasaran amukan massa.

Sayangnya para personel dibalik Rimueng yang bertugas pada demonstrasi Kamis malam melakukan penanganan huru-hara secara ekstrim. Tidak hanya menggunakan Rimueng untuk menghalau massa dalam kecepatan tinggi, tindakan tersebut juga menyebabkan berpulangnya Affan yang bahkan bukan demonstran.

Usai tragedi tersebut, tujuh personel Brimob tersebut telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan. ”Jadi pelaku sudah diamankan, pelaku 7 orang dan kita lakukan pemeriksaan gabungan dari Div Propam Mabes Polri dan Propam Brimob Polri karena ini menyangkut anggota Brimob,” jelas Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Abdul Karim pada Jumat siang kepada awak media nasional. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#gas air mata #tragedi #dpr #pati #kendaraan #polri #penumpang #rimueng #demonstrasi #Rimueng Brimob #rantis #persenjataan #Ojek Online #Brimob #kendaraan taktis #Affan Kurniawan #massa