Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Kobaran Api Sulit Padam, karena Pengeboran Sumur Minyak Rakyat di Gandu Blora Tak Sesuai Standar

M. Lukman Hakim • Jumat, 22 Agustus 2025 | 02:38 WIB

 

BERUPAYA MAKSIMAL: Pihak terkait masih berupaya memadamkan api di titik sumur minyak Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo yang terbakar, Minggu (17/8).
BERUPAYA MAKSIMAL: Pihak terkait masih berupaya memadamkan api di titik sumur minyak Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo yang terbakar, Minggu (17/8).

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Semburan api di sumur minyak rakyat yang terbakar di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Blora masih berkobar hingga Kamis (21/8).

Petugas pemadam difokuskan memutus segitiga api untuk mengurangi kadar oksigen. Pemadaman membutuhkan waktu cukup lama, karena sumur minyak tidak sesuai standar pengeboran.

HSSE Pertamina EP Cepu, Indra Firmanuddin mengatakan, pihaknya masih mengupayakan pemadaman api, untuk sementara upaya yang dilakukan yakni pendinginan sekitar area sumur.

''Karena daerah di sini cukup panas ya dan juga dekat dengan warga sekitar. Ada tanaman kemudian juga ada perumahan-perumahan. Itu yang pertama kali kami lakukan," ujarnya.

Indra menyampaikan, petugas pemadam akan difokuskan untuk memutus mata rantai api atau yang disebut segitiga api. Karena di sekitar lokasi terdapat panas, juga ada bahan yang mudah terbakar dan oksigen.

"Tadi juga kita sampaikan Pak Bupati bahwa penanganan selanjutnya adalah kita memutus mata rantai namanya segitiga api. Yang kami upayakan adalah dengan mengurangi oksigen yang ada,'' katanya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, nantinya petugas akan menggunakan media tanah menutup titik sumur. Dengan begitu, kadar gas diharapkan segera menurun dan api bisa mudah untuk dipadamkan.

"Semoga kadar gasnya ini dapat kita eliminasi, dihilangkan. Sehingga, api bisa dipadamkan secara cepat dan juga tidak menimbulkan bahaya ke tempat yang lain," harapnya.

Menurut dia, sulitnya pemadaman api di sumur tersebut karena sumur minyak rakyat yang dikerjakan tidak sesuai standar.

Tidak ada kepala sumurnya, tidak ada tools atau peralatan yang bisa digunakan untuk mematikan sumur dari gas tersebut.

Baca Juga: Tiga Nyawa Melayang Akibat Kebakaran Sumur Minyak Rakyat Blora, Seorang Balita Jadi Korban dan Dirujuk di RSUP dr Sardjito

"Semoga ini bisa kita selesaikan dengan baik sesuai dengan rencana yang kita harapkan," imbuhnya.

Saat ini tim gabungan dari damkar, BPBD, pihak kepolisian, TNI, masih berjaga di lokasi. Terutama menjaga tidak merembet ke rumah-rumah warga.

Berdasarkan pantauan di lokasi, di pemukiman padat penduduk, juga tampak ada beberapa titik sumur minyak.

Diketahui, kebakaran sumur minyak rakyat tersebut terbakar pada Minggu lalu (17/8). Pihak kepolisian terjunkan Tim Labfor untuk mengidentifikasi penyebab kebakaran tesebut. (luk/ind)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#pemadaman #Kebakaran #pertamina #Sumur Minyak Rakyat #PEPC #blora #Segitiga Api