Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Tiga Nyawa Melayang Akibat Kebakaran Sumur Minyak Rakyat Blora, Seorang Balita Jadi Korban dan Dirujuk di RSUP dr Sardjito

Rahul Oscarra Duta • Senin, 18 Agustus 2025 | 23:38 WIB
KEBAKARAN: Si jago merah dari kebakaran sumur minyak rakyat di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Blora melahap rumah dan warga.
KEBAKARAN: Si jago merah dari kebakaran sumur minyak rakyat di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Blora melahap rumah dan warga.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Korban meninggal akibat kebakaran sumur minyak rakyat di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Blora bertambah.

Awalnya, kebakaran yang terjadi sekitar pukul 11.30 WIB pada Minggu lalu (17/8) itu memakan satu korban jiwa. Kini, jumlah korban jiwa bertambah, ada tiga nyawa warga melayang.

Yakni, perempuan berinisial T (Tanek, 70), S (Sureni, 56), dan W (Wasini, 56). Sementara itu, ada dua korban lainnya dirujuk di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Sardjito, Yogyakarta.

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan RSUD dr R Soetijono Blora dr. Farida Laela menyebut, bahwa pada Minggu siang tersebut ada lima korban dibawa ke RSUD dr R Soetijono Blora.

Dari lima korban itu, satu warga telah meninggal. "Dari lima korban, satu sudah dalam kondisi meninggal dunia. Dengan inisial nyonya T (Tanek, 60)," paparnya.

Sedangkan, empat korban lainnya dalam kondisi luka bakar antara 70-95 persen. Karena kondisi sudah parah, pihak RSUD kemudian melakukan bantuan sistem rujukan terintegrasi.

"Jadi, untuk merujuk ini ada sistemnya. Tidak bisa asal-asalan. Jika rumah sakit rujukan sudah menerima, baru kami antar," terangnya.

Menurutnya, keempat korban perlu dirujuk, karena dibutuhkan penanganan khusus. Harus ditangani dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi.

"Mereka perlu perawatan khusus yang tidak bisa ditangani di sini," tuturnya. Pada Minggu malam lalu pukul 22.00 WIB, rujukan menuju ke RSUP dr. Sardjito baru diterima.

Namun, hanya terbatas dua korban saja. Sehingga, pukul 23.00 WIB dua korban langsung dirujuk ke rumah sakit tersebut.

"Yakni korban anak laki-laki berinisial AD (balita usia 1 tahun 9 bulan) dan ibunya nyonya Y (Yeti, 30), kami rujuk ke Sarjito," imbuhnya.

Sementara dua korban tersisa S dan W yang sama-sama perempuan menunggu rujukan. Namun, nahas sebelum sampai dirujuk, keduanya telah meninggal.

"Nyonya S dan W ini kan menunggu jawaban dari Siserut (Sistem Rujukan Terintegrasi). Namun, pada pukul 01.22 WIB (Senin dini hari), nyonya S yang alami luka bakar 95 persen meninggal," bebernya.

Kemudian pada pukul 06.55 WIB Senin (18/8), korban W juga menghembuskan napas terakhir. W sebelumnya juga alami luka bakar 95 persen.

"Sehingga, hingga kini dipastikan korban meninggal dari lokasi 1, kemudian semalam  (dini hari) bertambah 1. Dan, tadi pagi 1. Jadi, (total) tiga orang," jelasnya.

Sementara, untuk dua korban yang masih dirujuk di RSUP dr. Sardjito sebelumnya mengalami luka bakar 78 dan 80 persen. "Semuanya perempuan, kecuali satu yakni anak (balita) yang dirujuk laki-laki," katanya.

Hingga berita ini ditulis pukul 16.30 WIB, Senin (18/8), api di lokasi kebakaran masih belum berhasil dipadamkan. (hul/bgs)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#Korban #Kebakaran #melayang #Sumur Minyak Rakyat #Meninggal #blora