RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Fenomena gerhana matahari merupakan salah satu fenomena alm yang ditunggu oleh masyarakat dunia. Tentu, tidak setiap hari bulan milik Bumi dapat berdiri sejajar dengan saat mengelilingi jagad raya.
Fenomena gerhana matahari sendiri terjadi ketika cahaya matahari terhalang oleh posisi bulan pada siang hari. Sehingga tidak seluruh cahaya dapat sampai ke muka bumi, dan dalam beberapa kasus seperti gerhana total, bumi juga ikut menjadi gelap sementara waktu.
Nah, beredar kabar di media sosial bahwa gerhana matahari selanjutnya terjadi pada 2 Agustus mendatang. Sehingga masyarakat sudah mulai mengobrol tentang persiapan menghadapi fenomena tersebut.
Namun mereka nampaknya salah baca, karena menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) RI, benar memang ada gerhana matahari yang akan terjadi pada 2 Agustus, namun baru pada 2027 mendatang alih-alih tahun ini.
“Berdasarkan informasi dari website resmi NASA, gerhana Matahari yang akan terjadi tanggal 2 Agustus adalah Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2027, bukan tahun 2025. Gerhana tersebut juga tidak akan melewati wilayah Indonesia,” jelas BMKG melalu media sosial pada Rabu (30/7).
Sesuai pernyataan, gerhana pada tanggal tersebut juga tidak dapat dilihat di Indonesia. Gerhana akan terjadi di Maroko, Spanyol, Algeria, Libya, Mesir, Arab Saudi, Yaman dan Somalia.
Selain itu, perkiraan BMKG, fase bulan baru akan terjadi pada bulan Agustus, namun baru terjadi pada 23 Agustus mendatang. “Saat itu tidak terjadi gerhana Matahari baik di Indonesia maupun di tempat lain di dunia,” lanjut keterangan resmi tersebut.
Menurut BMKG, peristiwa gerhana matahari dan bulan pada tahun 2025 hanya menyisakan dua tanggal, yang sama-sama terjadi pada September mendatang.
Gerhana bulan total akan terjadi pada 7 September, dan dapat dilihat oleh masyarakat Indonesia. Sementara gerhana matahari sebagian bakal terjadi pada 21 September, dan tidak dapat dilihat oleh masyarakat Indonesia. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana