Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

BMKG Perkirakan Musim Kemarau di Indonesia Mundur, Simak Penjelasannya

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 21 Juni 2025 | 21:46 WIB
HUJAN: Tampak jalan Ahmad Yani basah dan pengendara motor mengenakan jas hujan. (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
HUJAN: Tampak jalan Ahmad Yani basah dan pengendara motor mengenakan jas hujan. (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sesuai perkiraan ahli meteorologi dan akademisi Bojonegoro pada Maret dan April lalu, tidak hanya Kota Ledre, seluruh Indonesia diperkirakan mengalami kemarau basah. Tidak hanya itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BKMG) juga memperkirakan musim kemarau di Indonesia bakal mundur dari biasanya tahun ini.

Menurut Kepala BKMG Dwikorota Karnawati, hingga awal Juni baru 19 persen wilayah Indonesia yang telah beralih memasuki musim kemarau. Selebihnya hujan masih turun di mayoritas daerah tanah air.

Mundurnya musim kemarau disebabkan oleh curah hujan yang lebih tinggi dari biasanya pada April dan Mei lalu. Idealnya, bulan-bulan tersebut menandai peralihan musim hujan ke musim kemarau.

Peningkatan curah hujan sendiri telah diperkirakan sejak Maret lalu untuk wilayah Sumatera bagian selatan, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Prediksi musim dan bulanan yang kami rilis sejak Maret lalu menunjukkan adanya anomali curah hujan yang diatas normal di wilayah-wilayah tersebut, dan ini menjadi dasar utama dalam memprediksi mundurnya musim kemarau tahun ini,” jelas Dwikorita dalam rilis resmi BMKG Sabtu siang (21/6).

Untuk saat ini berdasarkan data curah hujan di seluruh Indonesia pada Dasarian I bulan Juni, beberapa wilayah mulai mengalami pengurangan curah hujan. 72 persen wilayah memiliki curah hujan normal, 23 persen sudah mengalami curah hujan di bawah normal, dan tinggal 5 persen yang masih memiliki curah hujan di atas normal.

“Wilayah Sumatera dan Kalimantan justru telah mengalami beberapa dasarian berturut-turut dengan curah hujan yang lebih rendah dari normal. Sehingga indikasi awal musim kemarau lebih cepat terlihat di wilayah tersebut,” lanjut Dwikorita.

Diperkirakan, wilayah dengan curah hujan di atas normal baru akan mengalami pengurangan curah hujan pada Oktober. Sehingga tidak hanya musim hujan jauh lebiha wet dari biasanya, musim kemarau juga akan berlangsung lebih pendek di sebagian wilayah Indonesia. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#BKMG #Kota Ledre #indonesia #Kemarau Basah #curah hujan #Hujan #Musim Kemarau #bojonegoro #meteorologi