Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Formula E Jakarta ePrix 2025 Melesat di Tengah Ketidakpastian Perpanjangan Kontrak, Gubernur Pramono Baru Beri Jawaban Pasca Balap

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 20 Juni 2025 | 21:29 WIB
(Dok. Jakarta E-Prix Official)
(Dok. Jakarta E-Prix Official)

 

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Ajang balap mobil listrik tertinggi di dunia, Formula E akhirnya kembali menapak tanah Indonesia setelah absen pada musim 2024. Namun gelaran tahun ini bisa jadi yang terakhir dilaksanakan, bergantung pada keputusan Pemerintah DKI Jakarta pasca balap.

Sebelumnya, seri balap Jakarta ePrix di Sirkuit Ancol dijadwalkan diselenggarakan mulai 2022 hingga 2024. Namun karena 2024 merupakan tahun politik, dikhawatirkan terjadi ketidakstabilan sosial sehingga Federasi Otomobil Internasional (FIA), Formula E Holdings selaku promotor dan JakPro selaku panitia penyelenggara sepakat untuk memundurkan kontrak hingga tahun 2025.

Tentu, tahun 2024 menjadi saksi pergantian kepemimpinan kepala daerah DKI Jakarta. Anies Baswedan yang menjadi salah satu motor pendukung gelaran Formula E di Ancol telah digantikan oleh Pramono Anung sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Sehingga kelanjutan aksi balap mobil listrik di Ancol banyak bergantung kepada Pramono dan Pemprov DKI Jakarta selaku salah satu stakeholder kegiatan. Meskipun, hingga Jumat siang (20/6) Pramono masih mempertimbangkan kelanjutan kontrak tersebut.

“Yang penting Sabtu (21/6, hari balap) berjalan meriah, dan maysarakat bisa menyaksikan dengan baik. Jadi dipikirkan Sabtu saja,” ujar Pramono di hadapan awak media nasional setelah membagikan 3.400 tiket kepada pelajar setempat.

Sementara dari pihak Formula E sendiri, idealnya Jakarta tetap berada di kalender ajang balap tersebut setidaknya tahun depan. Kalender musim 2026 sendiri masih menyisakan dua tanggal yang belum ditentukan lokasinya.

"Saya harap tetap ada di kalender musim depan, saat ini kami berdiskusi dengan para stakeholder untuk perpanjangan kontrak," jelas Chief Championship Officer Formula E, Alberto Longo pada media saat acara pembukaan event Kamis sore (19/6).

Aral melintang sudah muncul dari sisi wakil rakyat. Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta menilai anggaran untuk menyelenggarakan balap tidak sebanding dengan dampak yang dirasakan oleh masyarakat.

“Pada masa pemerintahan sebelumnya, Pemprov telah mengeluarkan anggaran sangat besar melalui APBD untuk Formula E sebesar Rp 680 miliar rupiah. Namun hingga kini belum terlihat dampak signifikan dari Formula E, sehingga fraksi PSI menilai ini sebagai cerminan pengeluaran anggaran yang tidak berbasis manfaat jangak panjang,” papar anggota DPRD DKI Jakerta F-PSI, Bun Joi Phiau dalam kegiatan DPRD di Gedung DPRD DKI Rabu (18/6).

Jakarta ePrix 2025 kembali dengan format yang sama dengan edisi 2022, yakni satu kali balap. Terakhir kali diselenggarakan pada 2023, Jakarta menjadi salah satu lokasi yang ditunjuk menyelenggarakan double header atau dua kali balap di kalender Formula E.

Sedianya gelaran pada 2023 juga diusulkan agar salah satu balapan yang digelar dilaksanakan pada malam hari. Namun pada akhirnya ide tersebut batal terlaksana, dan kedua sesi balap digelar pada sore hari. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#dprd dki jakarta #pramono anung #indonesia #psi #ancol #balap mobil listrik #formula e #Sirkuit Ancol #dki jakarta #jakarta #jakarta eprix