RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Para jemaah haji diminta untuk menjaga kondisi kesehatan pasca puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Lantaran cuaca Arab Saudi saat ini tengah memasuki puncak musim panas.
Berdasar informasi dari laman resmi Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, Arab Saudi yang memasuki puncak musim panas berdampak pada kesehatan jemaah. Khususnya, jemaah lanjut usia (lansia) atau memiliki penyakit penyerta.
Petugas penyelenggaraan ibadah haji (PPIH) Arab Saudi mencatat, terdapat peningkatan gangguan kesehatan. Khususnya, setelah puncak di Armuzna. Diantaranya, kondisi jemaah kelelahan fisik, dehidrasi, cuaca panas ekstrem, serta penyakit bawaan.
Para jemaah dihimbau, untuk menjaga kesehatan dengan cukup beristirahat, perbanyak minum air putih, konsumsi makanan tepat waktu, hingga menggunakan pelindung diri jika keluar dari hotel.
Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Masyarakat Madani Bojonegoro Sholikin Jamik menyampaikan, untuk kondisi jemaah haji Bojonegoro, khususnya jemaah KBIHU Masyarakat Madani, alhamdulillah sehat. Kalau sakit, hanya flu biasa. Hal tersebut juga sudah diantisipasi oleh dokter-dokter yang telah dipersiapkan.
“Dokter-dokter kami hampir setiap hari visit dari kamar ke kamar untuk mengecek seluruh keadaan jemaah tentang kesehatannya. Di samping itu, whatsapp juga selalu standby untuk menerima informasi sewaktu-waktu dari jemaah,” ujarnya.
Dia menyampaikan, kegiatan para jemaah pasca puncak haji. Sebelum diangkut ke Madinah, jemaah rutin menjalankan salat 5 waktu di Masjidil Haram yang pahalanya luar biasa.
Selain itu, para jemaah juga melaksanakan tawaf sunah. Bahkan, ada beberapa jemaah yang hampir setiap hari melaksanakan tawaf sunah. Ibadah sunah ini dipahami, mumpung para jemaah masih berada di Tanah Suci. Sehingga, tidak ada jemaah yang mengeluh.
“Ada juga yang sangking semangatnya untuk bertaubat kepada Allah, satu hari satu malam bisa melaksanakan dua hingga tiga kali tawaf,” pungkasnya. (ewi/msu)
Editor : Muhammad Suaeb