RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Dr. Zakir Naik dalam sebuah wawancara terbaru yang dikutip pada Minggu (8/6) di kanal Youtube kreator konten Richard Lee, menyebut Malaysia sebagai negara terbaik untuk ditinggali oleh umat Islam saat ini.
Bahkan jika dibandingkan dengan negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia seperti Indonesia atau Bangladesh.
“Menurut saya, dari semua negara yang ada sekarang, Malaysia adalah tempat terbaik untuk ditinggali,” ucapnya.
Zakir Naik mengakui bahwa Malaysia tidak sempurna, namun menurutnya negara ini tetap berada di posisi terbaik jika dilihat dari sudut pandang seorang Muslim yang ingin menjalani kehidupan sesuai syariah.
Malaysia Dianggap Lebih Islami, Meski Minoritas Muslim Global
Salah satu poin utama yang menjadi alasannya adalah karena Malaysia menjadikan Islam sebagai agama negara, sementara banyak negara lain dengan mayoritas Muslim justru bersifat sekular.
“Malaysia adalah salah satu negara yang tidak dikendalikan oleh negara-negara nonmuslim,” jelas Zakir Naik.
Dalam konteks ini, ia menyinggung secara tidak langsung negara-negara seperti Indonesia dan Bangladesh, yang meskipun memiliki mayoritas Muslim di atas 80%, dinilai tidak secara utuh menjadikan Al-Qur’an dan sunnah sebagai dasar negara.
“Secara data Indonesia paling besar. Tetapi dengan jumlah penduduk 80% Muslim, justru tidak mengikuti Al-Qur’an dan sunnah. Mereka disebut negara sekular,” tegasnya.
Baca Juga: Mengapa Ketupat Selalu Hadir Saat Lebaran? Ini Makna Filosofinya
Keamanan dan Netralitas Jadi Daya Tarik
Selain alasan keagamaan, stabilitas politik dan keamanan Malaysia juga menjadi poin plus menurut Zakir Naik. Ia menyebut Malaysia sebagai negara yang mampu menjaga netralitas dan terhindar dari potensi konflik besar.
“Malaysia merupakan negara yang jauh dari konflik dan potensi peperangan,” ujarnya.
Sementara banyak negara di kawasan Asia Tenggara atau Timur Tengah mengalami ketegangan politik dan konflik sosial, Malaysia menurutnya mampu tampil sebagai negara damai yang bersahabat dengan umat Muslim dari berbagai latar belakang.
Baca Juga: Baru tahu? Ternyata Bukan dari Makanan, Ini Pemicu Alergi Kulit yang Sebenarnya
Ekonomi Syariah Jadi Bukti Nyata
Tidak hanya berhenti pada ranah ideologi dan keamanan, Zakir Naik juga menyoroti keunggulan sistem ekonomi syariah di Malaysia sebagai alasan penting lain.
“Sistem perekonomian syariah di sini adalah yang terbaik. Perbankan Islami, asuransi syariah, semuanya disesuaikan dengan syariah Islam,” ungkapnya.
Dengan kemajuan sektor ekonomi syariah yang terintegrasi dalam sistem keuangan nasional, ia menyebut Malaysia sebagai negara teladan dalam penerapan nilai-nilai Islam secara praktis dalam kehidupan modern.
Bukan Jumlah, Tapi Implementasi Syariah
Pernyataan Zakir Naik tersebut kembali menimbulkan perdebatan lama: apakah ukuran keislaman suatu negara ditentukan dari jumlah pemeluk Islam, atau dari sejauh mana negara itu menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara?
Meski tak secara langsung menyebut Indonesia dalam nada negatif, banyak pihak menilai bahwa komentarnya merupakan kritik terhadap negara dengan mayoritas Muslim yang belum sepenuhnya menjadikan syariat Islam sebagai dasar kebijakan negara. (kam)
Editor : Hakam Alghivari