RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 79 di Alun-Alun Bojonegoro Sabtu (17/8) kemarin mencuri perhatian ribuan pasang mata. Upacara tersebut diwarnai dengan pengibaran bendera merah putih raksasa dari atas Gedung pemkab Bojonegoro.
Bendera berukuran lebar 17 meter, panjang 45 meter tersebut dibentangkan secara vertikal oleh puluhan petugas dari Kodim 0813, Polres Bojonegoro, Dinas Damkarmat, BPBD Bojonegoro dan Bakesbangpol Bojonegoro.
“Total ada sekitar 25 personel yang terlibat dalam kibaran bentangan ini. Geladi bersih dimulai dari tiga hari sebelum acara,” jelas Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bojonegoro, Mahmudi.
Ukuran bendera sengaja dibuat besar sesuai dengan tanggal kemerdekaan Indonesia. Yakni 17 meter x 45 meter.
“Sesuai dengan tanggal dan tahun kemerdekaan. Benderanya cukup berat, perlu sekitar enam orang untuk mengangkat bendera setelah dilipat,” jelas Mahmudi.
Tidak hanya proses pengibaran bendera yang cukup membutuhkan ekstra usaha. Proses pembuatan bendera ternyata juga cukup rumit.
“Bendera dibuat oleh Polres dengan waktu sekitar dua minggu hingga sebulan. Baru tuntas sekitar seminggu sebelum upacara,” imbuhnya.
Mahmudi mengaku senang dengan tanggapan positif dari masyarakat atas aksi pengibaran bendera raksasa tersebut yang viral di media sosial.
“Bagus sekali, banyak yang ingin berfoto bersama dengan background bendera di Alun-Alun,” ujarnya.
Mahmudi juga mengacungi jempol berbagai kegiatan peringatan kemerdekaan serupa yang digelar di berbagai area Bojonegoro.
“Kegiatan peringatan proklamasi perlu inisiatif yang bermakna, semisal pemasangan foto pahlawan nasional di Desa Ngampel. Peringatan di perempatan Sumberrejo dimana berbagai pengguna jalan berhenti untuk memberi hormat bendera, dan lain sebagainya. Perlu kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang sehingga bisa menggugah semangat kebangsaan dan jiwa patriotisme terhadap bangsa,” lanjutnya.
Selain bendera raksasa yang berkibar di Gedung Pemkab, bendera upacara yang dipakai di Alun-Alun Bojonegoro juga unik karena merupakan replika bendera pusaka resmi yang diterbitkan oleh Pemerintah Pusat.
“Antara warna merah dan putih tidak ada jahitan penghubung. Kualitas kain sangat bagus. Diharapkan 10 tahun dapat bertahan sehingga dapat digunakan lagi pada setiap peringatan upacara tahun-tahun berikutnya, termasuk tahun depan,” pungkas Mahmudi. (edo/cho)
Editor : Yuan Edo Ramadhana