BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Setiap tahun pada perhitungan bulan agama Islam, yakni bulan Dzulhijjah. Seluruh umat muslim melakukan suatu ibadah yang dilakukan di kota Makkah, Arab Saudi. Ibadah tersebut dinamakan Haji. Lalu, apa itu ibadah Haji?
Dikutip dari portal Islami, Haji adalah pergi menziarahi kota Makkah, Arab Saudi. Haji menjadi satu-satunya ziarah yang paling besar di dunia dan merupakan rukun Islam kelima. Satu tanggung jawab agama yang mesti dilakukan sekurang-kurangnya sekali seumur hidup oleh setiap orang Islam yang mampu untuk melakukannya baik secara materi maupun jasmani.
Ibadah haji ini berlangsung pada 8 Dzulhijjah hingga 12 Dzulhijjah, bulan ke-12 dan terakhir dalam kalendar Islam. Kalendar Islam adalah kalendar lunar yang lebih pendek 11 hari daripada kalendar Gregory yang digunakan di barat, tarikh Gregory untuk Haji berbeda pada tiap tahun.
Niat Haji adalah “berniat pergi ke Makkah untuk melakukan rangkaian ibadah pada waktu tertentu [pada tahun tersebut]”. Ibadah Haji juga dapat diartikan sebagai ziarah yang dilaksanakan di Rumah Suci Kaabah di Makkah, yang mana dianggap sebagai tempat ibadat (masjid) pertama yang ditetapkan oleh Allah Subhanahuwata’alla untuk manusia.
Haji dapat diniatkan untuk diri sendiri atau untuk orang lain yang tidak mampu melakukannya kerana sebab-sebab tertentu.
Ibnu’Abbas Radhiyallahu’anhuma berkata: “Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam berkhutbah dihadapan kami seraya bersabda; 'Sesunguhnya Allah telah mewajibkan bagi atasmu. Maka berdirilah,' Al – Aqra’ bin Haabis bertanya, Apakah dalam setiap tahun wahai Rasulullah? ‘Beliau menjawab, “Jika aku mengatakannya, ia menjadi wajib. Haji itu sekali dan selebihnya adalah sunnah” (H.R Abu Daud no.1721 : Ibnu Majah, no.2886, : Ahmad no.5:331.
Ibnu Hajar menyampaikan hadits ini secara makna. Hadits ini dengan Mutaba’atnya dihukumi sahih sebagaimana pendapat syaikh Al-Albani dan Syaikh Ahmad Syakir. (cha/kam)
Editor : Hakam Alghivari