BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Kawasan rel kereta api (KA) dan perlintasan sebidang menjadi perhatian selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Sebab, menjadi daerah rawan macet. Membuat pengamanannya ditingkatkan.
Humas Balai Teknik Perkeretaapian Surabaya Alfaviega Septian Pravangasta menyampaikan, dalam mitigasi daerah pemantauan khusus (dapsus), KAI bakal menambah tenaga ekstra.
Khususnya rel KA relasi Bojonegoro yakni Daerah Operasi (Daop) 8 akan menambah 41 petugas pemeriksaan jalan (PPJ). ‘’PPJ ekstra dijalankan pada kondisi tertentu dibutuhkan selama masa angkutan Lebaran,” terangnya.
Kemudian, Daop 8 juga menambah 29 penjaga jalan lintasan (PJL) di sepanjang rel perlintasan yang tidak terjaga. Lalu, 12 petugas dapsus ekstra.‘’PJL untuk mengakomodir jalur perlintasan yang tidak terjaga, sehingga dibutuhkan penjagaan ekstra karena lalu lintas kereta api dan kendaraan pemudik yang ramai,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Muhamad Aris Hidayatullah mengatakan, bahwa terdapat 39 perlintasan sebidang di sepanjang wilayah Kabupaten Bojonegoro, mulai Kecamatan Baureno hingga Kecamatan Padangan. ‘’27 perlintasan KA dari Dishub, dan 12 perlintasan milik PT KAI,” ungkap Aris saat ditemui di Kantor Dishub Bojonegoro.
Menurutnya, tiga perlintasan KA di Bojonegoro yang ditingkatkan pengamanannya karena menjadi daerah rawan macet meliputi perlintasan di Bayeman, Kecamatan Baureno, perlintasan Tawang Kecamatan Kanor, Kemudian perlintasan KA Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana