Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Manfaatkan Buah Bintaro, Raih Juara 2 WICE

M. Yusuf Purwanto • Jumat, 29 Oktober 2021 | 20:21 WIB
Manfaatkan Buah Bintaro, Raih Juara 2 WICE
Manfaatkan Buah Bintaro, Raih Juara 2 WICE

Bilgis Laily Pratama, Shevita Nurhalisa, dan Sabrina Naswa A, kembali meraih prestasi pada  World Invention Competition and Exhibition (WICE) Malaysia. Tahun ini, mereka dibantu seorang teman lagi, Abelinda Ari Yunardi.


Bilgis dkk meneliti tentang cara mematikan rayap. Inspirasinya, melihat rumah temannya di Desa Tambakploso, Kecamatan Turi roboh karena dimakan rayap. Proposal disusun dan diserahkan ke guru pembimbing karya ilmiah di sekolah. Mereka akhirnya diizinkan untuk melanjutkan penelitian.
Wawancara dengan pemilik rumah yang bangunannya diserang hama rayap dilakukan. Literatur yang ada dibaca untuk bahan pengkajian.  Kandungan insektisida sintesis juga dianalisa. Setelah itu, menguji bahan insektisida alami berbahan dasar buah bintaro terhadap sampel rayap.
Banyak bahan yang harus dikumpulkan untuk penelitian ini. Di antaranya, 96 persen ethanol, buah bintaro, kertas whatman, pisau, blender, baskom, air, neraca, gelas kimia, dan evaporator.
Awalnya, dilakukan pemotongan buah bintaro. Setelah itu, potongan dihaluskan. Selanjutnya melakukan eksperimen dengan buah bintaro sebagai bahan insektisida alami menggunakan metode maserasi dan evaporasi.
Sebelum akhirnya lolos seleksi di Malaysia, Bilgis dkk harus mengikuti seleksi awal di Indonesia. Materi proposal yang dikirimkan untuk seleksi, ternyata lolos dan berhak mengikuti lomba WICE Malaysia.
Semua tahapan lomba dilakukan via zoom. Proses penyusunan penelitian dilakukan secara langsung, sehingga memudahkan tim. Waktu yang dibutuhkan sekitar tiga bulan.
“Mungkin kelemahan kita saat menjawab sehingga tidak bisa merebut juara I,” terang Bilqis.  
Dia dan timnya merasa kesulitannya dalam berbahasa karena semuanya menggunakan bahasa Inggris. Mereka harus benar-benar teliti supaya tidak salah menjawab pertanyaan dewan juri.
Medali perak yang diraih bulan lalu itu seperti mengulangi lomba tahun lalu. Bilqis, Shevita, dan Sabrina waktu itu meraih juara kedua dengan mengambil karya papan komposit berbahan dasar sekam padi, ampas tebu, dan serat siwalan.
Bagi Bilqis pribadi, prestasi itu untuk kesekian kalinya. Dia pernah berprestasi pada International Invention and Innovative Competition (INIIC) Jakarta, Korea Science and Engineering Fair (Ksef) di Korea, serta Asean Innovative Science Environmental and Enterpreneur Fair (Aiseef). Bilgis semakin tertantang untuk terus berkompetisi. “Dari lomba-lomba yang diikuti, memang rata-rata berkelompok dan saya selalu mencari teman baru untuk menambah pengalaman lagi,” ujar siswi SMAN 1 Lamongan ini.

Editor : M. Yusuf Purwanto
#boks #lamongan