Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Meriahkan Kemerdekaan, Pelari Bojonegoro dan Tuban Lari Estafet 76 Km

Indra Gunawan • Rabu, 18 Agustus 2021 | 21:00 WIB
Meriahkan Kemerdekaan, Pelari Bojonegoro dan Tuban Lari Estafet 76 Km
Meriahkan Kemerdekaan, Pelari Bojonegoro dan Tuban Lari Estafet 76 Km

Lima belas pelari asal Bojonegoro dan Tuban berlari sejauh 76 kilometer. Lari estafet dari perbatasan Bojonegoro-Ngawi hingga Jembatan Sosrodilogo sebagai bentuk peringatan 76 tahun Kemerdekaan Indonesia.


Sekitar pukul 07.30 kemarin (17/8) sekitar 15 pelari memasuki kawasam Alun-Alun Bojonegoro. Wajahnya penuh keringat bercucuran hingga membasahi kaus. Wajah lelah tidak bisa disembunyikan. Namun, kaki-kaki mereka tak berhenti bergerak seirama. Dengan rapi para pelari membentuk tiga barisan.


Tidak hanya laki-laki, pelari perempuan juga ikut lari estafet sejauh 76 kilometer itu. Dengan membawa bendera Merah Putih terus berlari dengan didampingi para marshall.


Ketika sampai di Jalan Pahlawan dan mendekati finis di Watu Semar kompleks Alun-Alun Bojonegoro, ternyata Jalan Mas Tumapel ditutup. Sehingga titik finis harus diubah ke Jembatan Sosrodilogo. Tanpa berhenti, pelari langsung melanjutkan perjalan menuju Jembatan Sosrodilogo. Menambah jarak tempuh, meski sebenarnya sudah melebihi target jarak 76 kilometer.


Sampai di Jembatan Sosrodilogo, kelegaan terpancar dari wajah para pelari. Bangga dan haru menghiasi wajah pelari setelah menempuh jarak jauh. Salah satunya, terlihat dari wajah Reva Syahputra anggota Indorunner Bojonegoro itu. Dengan nafas masih terengah-engah mengaku bangga terhadap pencapaiannya lari seiring Hari Kemerdekaan itu.


Reva bersama pelari lainnya berhasil menyelesaikan lari estafet 76 kilometer. Angka itu sebagai bentuk memperingati 76 tahun Kemerdekaan Indonesia. Total terdapat 15 pelari. “Pelari dari Indorunner Bojonegoro dan Indorunner Tuban,” ujarnya ditemui di Jembatan Sosrodilogo.


Lari Estafet dimulai dari Watu Jago, perbatasan Bojonegoro-Ngawi. Start sejak pukul 00.00 kemarin. Finish hingga ke Alun-Alun Bojonegoro. “Bergantian setiap 10 kilometer. Dan 6 kilometer terakhir bersama-sama,” jelasnya.


Reva dan pelari lainnya harus menahan kantuk karena mulai berlari sejak tengah malam. Baru sampai finis sekitar pukul 08.00 pagi. Sehingga sekitar delapan jam perjalanan. “Tidak ada kendala,” ungkapnya.


Ketua Indorunner Bojonegoro Ahmad Zaki Febiansyah mengatakan, butuh persiapan matang sebelum menjalani lari jarak jauh ini. Persiapan dilakukan para pelari dengan berlatih, menjaga kondisi dengan istirahat cukup, dan manjaga asupan makanan. “Waktu persiapan sekitar dua minggu,” ujarnya.


Tahun lalu, Zaki memastikan juga menggelar lari estafet seiring Hari Kemerdekaan. Namun tahun ini berbeda dengan adanya pelari dari Indorunner Tuban. Sehingga jumlah pelari bertambah dan meningkatkan semangat. Menurut Zaki pelari harus berlari sejak tengah malam dengan udara dingin dan minim penerangan. Terlebih melewati jalan di tengah hutan.


Tetapi pelari dan marshall sudah bersiap dengan semua keadaan. Ketika malam menggunakan penerangan lampu motor, mobil, dan lima lighstick. Sehingga pelari aman dalam perjalanan. Makanan dan minuman juga disiapkan, seperti minuman ber-ion tinggi dan makanan kaya vitamin C, seperti pisang dan jeruk. “Persiapan tahun ini lebih matang, karena lebih meriah juga,” jelasnya dengan senyum. (irv)

Editor : Indra Gunawan
#lari estafet #berita daerah #bojonegoro