Radar Bojonegoro – Siswa belajar di rumah atau daring sudah berlangsung hampir setahun. Para calon generasi penerus bangsa itu mulai rindu belajar di sekolah. Status zona kuning untuk Bojonegoro menjadi angin segar untuk para siswa. Dinas pendidikan (disdik) dan kementerian agama (Kemenag) akan menerapkan sekolah tatap muka.
Namun, menunggu hasil finalisasi pembahasan yang akan digelar hari ini (4/3). Sekretaris Disdik Bojonegoro Lasiran mengatakan, pekan depan berencana mengeluarkan izin tatap muka terbatas untuk daerah tertentu saja. Namun, untuk rinciannya masih akan diramu dan ditetapkan hari ini.
‘’Terkait daerah mana saja dan siswa kelas berapa saja yang diizinkan masuk itu masih sedang kami godok. Insyaallah besok (hari ini) final,” katanya kemarin (4/3). Menurut dia, setelah finalisasi akan merilis hasilnya. Sehingga Senin (8/3) nanti dimungkinkan para siswa sudah bisa masuk. Walaupun belum semua siswa atau sekolah dan hanya pada daerah-daerah tertentu saja.
‘’Jumlahnya 25 persen (siswa masuk ke sekolah),” jelasnya.
Lasiran menerangkan, dasar yang digunakan disdik dalam mengkaji kebijakan tersebut salah satunya yakni penerapan PPKM Mikro. Karena kewenangannya berada di tangan satuan gugus tugas terkecil. Mulai dari tingkat RT, RW, dan desa atau keluarahan.
‘’Juga ada izin orang tua, kepala sekolah hingga komite sekolah, kami memberikan regulasi agar bisa menerapkan tatap muka terbatas,” terang mantan Kepala SMPN 6 Bojonegoro itu.
Lasiran menambahkan, alat evaluasi keduanya yakni hasil monitoring pembelajaran jarak jauh yang dilakukan para pengawas sekolah. Hasilnya, menunjukkan pembelajaran jarak jauh tidak semuanya efektif. Padahal, prinsipnya anak-anak harus tetap belajar.
‘’Jadi caranya dengan tatap muka terbatas (agar pembelajaran bisa lebih efektif),” tutur dia. Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kantor Kemenag Bojonegoro Abdul Wahid mengatakan, penerapan pembelajaran tatap muka terbatas di lembaga madrasah menyesuaikan instruksi dari pemkab. Sehingga, pihaknya menunggu edaran resminya.
‘’Kalau kami sudah menerima edaran dari dinas pendidikan, otomatis kami mengikuti,” katanya terpisah. Menurut Wahid, untuk menun jang jalannya pembelajaran tatap muka terbatas, madrasah sudah siap secara protokoler kesehatan. Tinggal menunggu ketentuan lebih rinci dari surat edaran resmi disdik setempat. ‘’Hal seperti ini (tatap muka) sudah ditunggu anak-anak,” ungkapnya.
Editor : Indra Gunawan