Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Lebah Trigona Lebih Menjanjikan, Begini Cerita Peternak di Lamongan...

Indra Gunawan • Rabu, 30 Desember 2020 | 01:00 WIB
Lebah Trigona Lebih Menjanjikan, Begini Cerita Peternak di Lamongan...
Lebah Trigona Lebih Menjanjikan, Begini Cerita Peternak di Lamongan...

Di masa pandemi Covid-19, madu sangat dibutuhkan untuk menambah daya tahan tubuh. Madu dari peternak lebah sering dicari untuk dibeli masyarakat.


M. GAMAL AYATULLAH, Radar Lamongan


Belum ada setahun Imam Mutakin, 57, asal Kecamatan Laren bertenak lebah trigona. Dia memulai ternak lebah itu Mei lalu. Saat itu, penghasilan utamanya menurun akibat pandemi Covid-19. Imam ingin menambah penghasilan dari beternak lebah.


‘’Saya pertama kalinya mengambil satu boks dari Sumatera. Sekarang sudah menjadi 20 boks,’’ tuturnya. Dia memutuskan beternak lebah setelah berkomunikasi dengan salah satu temannya yang ada di luar Jawa.


Imam sering ditunjukkan melalui video call proses ternak lebah tersebut. Dia juga dipameri hasil panennya. Melihat video hasil madu yang sangat banyak, Imam tertarik. Apalagi, dia merasa di Lamongan belum banyak peternak lebah.


Dia memutuskan beternak di belakang rumah. ‘’Akhirnya saya letakkan di belakang rumah. Saya lihat berkembang banyak, membuat kotak lagi,’’ jelasnya. Imam membuat boks berukuran 40 cm x 30 cm untuk tempat lebah.


Kondisi belakang rumahnya yang terdapat beberapa jambu air, mangga, dan tumbuhan lain, mendukung proses berternak lebahnya. Sebab, lebah dapat mengambil sari bunga untuk dijadikan madu. ‘’Ternak ini sangat mudah. Hanya dibutuhkan ada vegetasi untuk lebah itu sendiri,’’ tuturnya.


Dari segi kenyamanan, lebah jenis klanceng yang diternaknya tidak ada melukai. ‘’Tidak menyengat ke orang lain,’’ imbuhnya. Saat ini, Imam memiliki 20 kotak lebah. Saat panen, satu kotak bisa menghasilkan 250 - 500 ml.


Dia melakukan pengambilan madu sebulan sekali. ‘’Setiap kali panen bisa sampai 1 liter madu klanceng siap dilakukan penjualan untuk musim hujan seperti ini,’’ tuturnya. Jika musim kemarau, maka produksi madunya lebih besar lagi. Dia menjual satu liter madu Rp 500 ribu. Pemesannya hanya orang Lamongan.

Editor : Indra Gunawan
#berita lamongan #lamongan