Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Menikmati Senja di Bukit Gajah - Gunung Pegat Bojonegoro

Indra Gunawan • Selasa, 24 November 2020 | 01:00 WIB
Menikmati Senja di Bukit Gajah - Gunung Pegat Bojonegoro
Menikmati Senja di Bukit Gajah - Gunung Pegat Bojonegoro

Radar Bojonegoro - Sinar matahari mulai menyingsing di ufuk barat. Langit biru pun mulai meredup seakan-akan menandakan senja tiba. Sahutan burung pun mulai mereda, sore yang hendak berganti temaram. Namun, senja Sabtu (21/11) itu, Bukit Gajah ini justru menyala. Lampu-lampu hias mulai bercahaya.


Keindahan senja di bukit kawasan Desa Gajah, Kecamatan Baureno, ini cukup menawan. Temaram indah berbalut pijar lampu yang menggelantung di bekas tambang. Di bukit berbatasan dengan wilayah Kecamatan Babat, Lamongan itu, terdapat bekas tambang disulap menjadi destinasi.


Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, destinasi ini berada di cekungan bekas tambang. Dipoles sedemikian rupa menjadi wahana yang indah. Bekas tambang gunung kapur yang naik turun itu dibuatkan tangga-tangga. Dikombinasikan dengan jembatan mini dari pohonpohon bambu.


Dilihat dari atas cukup menyenangkan. Di tebing bukit atas tersebut terdapat tulisan Lembah Cinta. Menandakan kecintaan terhadap alam. Destinasi ini masuk kawasan penambangan PT Wira Bhumi Sejati, salah satu perusahaan tambang. Pintu masuknya dari timur, persis di tepi Jalan Raya Babat-Jombang.


Dari Bundaran Pasar Babat ke selatan sekitar 6 kilometer. Ditempuh dengan kendaraan bermotor hanya sekitar 12 menit. Di balik Lembah Cinta, terhampar luas penambangan batu kapur. Jalan paving berkelok menuju ke barat membawa ke hamparan batu kapur tersebut. Bebatuan besar menjulang layaknya pegunungan.


Sejauh mata memandang, penambangan batu kapur ini masih berjalan. Senja itu, ekskavator berada di perbukitan itu berhenti sejenak dari aktivitas pengerukan. Sekretaris Desa (Sekdes) Gajah Achmad Eko Tristiyanto mengatakan, destinasi tersebut masih dikelola oleh perorangan karena masih masuk wilayah penambangan milik PT Wira Bhumi Sejati. Sehingga, bukan dikelola oleh pemerintah desa (pemdes).


‘’Itu masih wilayah tambang hingga 2022,’’ ujarnya. Lokasinya cukup mudah. Tak jauh dari kawasan Gunung Pegat. Istilah ternama seiring pegunungan membentang kawasan Babat dan Bojonegoro itu yang dibelah menjadi jalan raya. ‘’Dulu Gunung Pegat itu antara (pegunungan batu kapur) Bojonegoro Babat jadi satu. Terus disigar (dibelah) menjadi jalan raya. Gunung Pegat itu aslinya ya ini,’’ ujarnya

Editor : Indra Gunawan
#bojonegoro