Radar Bojonegoro - Sepanjang Jalan KH Mansyur, Bojonegoro, kini terpasang tenda-tenda milik Dinas Perdagangan (Disdag) Bojonegoro. Tenda tersebut diperuntukkan bagi para pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya berjualan di Jalan Mastrip. Relokasi PKL mulai berlangsung di jalan ditangani provinsi itu.
Ridwan, salah satu PKL di Jalan KH Mansyur mendengar informasi ada relokasi PKL dari Jalan Mastrip ke Jalan KH Mansyur. Namun, dirinya juga tidak hafal PKL mana saja yang pindahan dari Jalan Mastrip. Karena dirinya telah jadi PKL di Jalan KH Mansyur sejak empat tahun lalu.
Menurut dia, terkait adanya relokasi itu dirinya merasa makin banyak pesaing. “Semoga saja semakin ramai. Tapi juga ada enggak sukanya jadi makin banyak pesaing,” katanya. Kepala Disdag Bojonegoro Sukaemi menjelaskan, Jalan Mastrip disterilkan guna memperlancar akses ke Pendapa Malawapati maupun Alun-Alun Bojonegoro.
Ada 60 PKL disosialisasi di kantor disdag terkait relokasi di Jalan KH Mansyur Jumat lalu (4/9). Pihaknya memfasilitasi tenda pinjam pakai kepada para PKL tersebut. “Tentu agar tata kota di Bojonegoro bisa lebih rapi. Para PKL berjualan juga terpusat, jadi warga Bojonegoro bisa mengunjungi pusatnya para PKL,” tuturnya.
Ia tidak menutup kemungkinan masih ada PKL belum mau pindah dari Jalan Mastrip ke Jalan KH Mansyur. Namun, pihak satpol PP tentunya akan secara berkala menertibkan para PKL. Karena memang diketahui beberapa PKL ada yang memilih untuk menyewa lahan agar dagangannya tidak berada di trotoar atau pinggir jalan.
Perlu diketahui, sepanjang Jalan KH Mansyur itu kerap melintas kendaraan truk muatan besar. Namun, menurut Kepala Unit (Kanit) Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli (Turja wali) Satlantas Polres Bojonegoro Ipda Tohir, truk-truk muatan besar itu melintasnya pagi hingga siang.
Sedangkan, sore hingga malam, tidak terlalu banyak truk melintas di Jalan KH Mansyur. “Aman, karena PKL kan bukanya sore hingga malam. Sedangkan truktruk itu melintasnya pagi hingga siang. Sama halnya PKL berjualan di Jalan Hasyim Asyari,” jelasnya.
Editor : Indra Gunawan