SIAPA pegiat media sosial (medsos) Tuban yang tak kenal grup Facebook (FB) Media Informasi Orang Tuban (MIOT)? Berikut cerita pendiri sekaligus admin grup medsos terbesar di Tuban tersebut.
Bagi pengguna FB asal Tuban, tak lengkap rasanya jika tak bergabung dalam grup Media Informasi Orang Tuban (MIOT). Grup medsos tersebut memiliki anggota 327 ribu warganet. Baik yang menetap di Tuban maupun yang merantau. Selebihnya di luar kota. Mereka saling berbagi informasi seputar Tuban. Adalah M. Wahyu Nur Cholis, 31, pemuda di balik grup medsos terbesar di Bumi Wali tersebut.
Pemuda yang akrab disapa Wahyu Ence tersebut mendirikan MIOT sejak 2014. Dikatakan dia, tujuan membentuk grup tersebut adalah untuk wadah berbagi informasi seputar Tuban. Sebab, selama ini belum ada wadah masyarakat yang ingin mengetahui kondiri kota kelahirannya. ‘’Di kota-kota besar, ada medsos khusus untuk berbagi informasi. Nah, di Tuban saat itu belum ada,’’ ujar dia.
Karena satu-satunya grup informasi Tuban, MIOT langsung diserbu ribuan warganet. Tak sedikit dari netizen tersebut yang merepotkan Wahyu. Sebab, mengunggah postingan terkait hate speech dan kabar hoax lainnya. Pada 2015, Wahyu sempat menjadi saksi di Polres Tuban terkait kasus ujaran kebencian yang diunggah warganet ke MIOT. ‘’Setiap ada netizen polah, admin kepradah (setiap ada warganet berulah, admin kerepotan),’’ kata dia tertawa.
Karyawan perusahaan swasta di Tuban ini mengatakan, rata-rata per hari sekitar seratus postingan yang masuk di grup buatannya. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 40 postingan yang disetujui untuk tampil. Selebihnya postingan terkait hoax, ujaran kebencian, dan konten yang tak layak dipublikasi. Kontes inilah yang hapus. ‘’Meski sudah sangat berhati-hati, terkadang masih ada postingan tak layak yang lolos,’’ ujar dia menjelaskan sulitnya jadi admin grup tersebut.
Anak pasangan (purn) Pelda M. Munir – Wiwik Ismilah ini mengatakan, kerepotan menjadi admin grup FB hanya dibayar dengan kepuasan melihat warga Tuban mendapat informasi terkait kota kelahirannya. Dia mengaku tak pernah mendapat sepeser pun rupiah dari rutinitasnya tersebut. ‘’Setiap ada donasi dari anggota grup MIOT, selalu kami wujudkan untuk kegiatan sosial. Untuk pribadi saya cukup mendapat kepuasan batin saja,’’ kata dia.
Pria yang tinggal di Kelurahan Perbon, Kecamatan Tuban ini mengatakan, grup buatannya tersebut tidak hanya jadi rujukan warga Bumi Wali yang butuh informasi. Seringkali warga luar kota yang berkunjung dan bingung tentang Tuban juga menanyakan pada dirinya melalui grup. Terbaru, informasi terkait Porprov Jatim VI yang diselenggarakan di Tuban. ‘’Banyak postingan di grup MIOT terkait porprov yang di-repost oleh akun provinsi dan kota-kota lain,’’ kata dia bangga.
Untuk mencari rujukan informasi, Wahyu mengaku sering membaca dari berbagai sumber berita. Salah satunya Jawa Pos Radar Tuban. Sejumlah berita dari media cetak dan online terbesar di Tuban ini sering dimanfaatkannya untuk menjawab pertanyaan dari warganet. ‘’Saya hanya bertugas sebagai penyambung informasi. Terkadang kalau ada pertanyaan terkait pemerintahan pun, kami kirim e-mail ke humas Pemkab Tuban untuk mendapat jawaban,’’ ujarnya.
Besarnya grup FB yang dibuat, tak jarang membuat MIOT sering mendapat tawaran untuk berafiliasi dengan kelompok tertentu. Namun, dia bersama enam admin lainnya sepakat untuk tidak tergabung dalam kelompok mana pun. Baik organisasi masyarakat, partai politik, atau instansi. ‘’Kami ingin grup ini tetap menjadi salah satu jujukan informasi dari masyarakat. Bukan untuk kelompok tertentu,’’ kata pria yang baru melepas masa lajangnya Februari lalu itu.
Editor : M. Yusuf Purwanto