SMKN 1 Singgahan berkomitmen selalu meng-upgrade kurikulumnya guna mencetak lulusan terbaik dan berkualitas. Untuk memaksimalkan kinerja para pendidik, sekolah kejuruan di Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan ini menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama perwakilan dunia usaha dan dunia industri (DU/DI) yang selama ini sudah menjadi mitra baik sekolah. Acara tersebut berlangsung Kamis (11/7) pagi di aula SMKN 1 Singgahan.
Acara Rakor tersebut dihadiri dan dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro – Tuban, Adi Prayitno, S.Pd,. MM. Turut hadir Pengawas SMK Tuban Drs. Firman Agus M.Pd. Tamu undangan lain perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Tuban, Dinas Peternakan dan Perikanan, MPM, Auto 2000, dan lima perusahaan mitra lainya. Serta guru produktif pembimbing masing-masing jurusan SMKN 1 Singgahan.
Kepala SMKN 1 Singgahan Wahjoe Djatmiko mengatakan, acara tersebut merupakan salah satu upaya menjalin koordinasi dan komunikasi dengan DU/DI. Dalam acara tersebut juga dibahas terkait ketentuan-ketentuan teknis mengenai kerja sama SMKN 1 Singgahan dengan DU/DI. Juga, untuk mengevaluasi kerja sama yang telah dilaksanakan sebelumnya. Sehingga kualitas kerja sama SMKN 1 Singgahan dengan DU/DI semakin baik.
Pendidik yang tinggal di Perum Karang Indah Tuban ini mengatakan, tujuan acara tersebut yakni untuk menyelaraskan kurikulum yang ada di SMK dengan yang dibutuhkan di dunia industri. Dan hasil yang diharapakannya nanti adanya dokumen silabus dan sampai ke rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Agar pembelajaran di kelas maupun di laboratroium sesuai dengan kebutuhan industri. ‘’Saya ingin nanti kedepannya lulusan SMKN 1 Singgahan ini sesuai dengan kebutuhan dunia industri,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Pendidik senior tersebut berharap dengan adanya penyelarasan kurikulum, nantinya lulusan dari SMKN 1 Singgahan akan lebih banyak lagi terserap didunia industri. Mengacu tahun lalu, lulusan SMKN 1 Singgahan yang tembus di dunia usaha dan industri sudah mencapai lebih dari 60 persen.
‘’’Di tahun kemarin dari 370 lulusan SMKN 1 Singgahan, 225 sudah terserap didunia industri. Dengan adanya sinkronisasi dan evaluasi kerja sama ini nantinya lulusan kita bisa terserap lebih banyak lagi,’’ tuturnya.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro-Tuban, Adi Prayitno dalam sambutannya mengatakan, dirinya sangat mendukung kerja sama antara SMK dengan stakeholder dari luar. Menurutnya, kerja sama dan komunikasi dengan pihak luar ini sangat penting untuk meningkatakan profesionalisme pengajar.
‘’Saya sangat mendukung kerjasama kerja sama SMKN 1 Singgahan dengan DU/DI. Karena dengan adanya kerja sama ini sekolah bisa meningkatkan profesionalitas pengajarnya guna menciptakan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri,‘’ ungkapnya. (rif)
Editor : M. Yusuf Purwanto