TUBAN – Sejak dua hari terakhir, suhu udara di Tuban pada malam hari cukup menggigil. Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tuban suhu terendah pada malam hari mencapai 20 derajat Celcius. Sementara siang hari rata-rata 30 – 32 derajat Celcius. Cukup sejuk layaknya suhu di Batu, Malang.
Kepala Stasiun BMKG Tuban Desindra Deddy Kurniawan menjelaskan, suhu rata-rata di Tuban pada malam hari sekarang ini cukup ekstrem dibanding hari-hari sebelumnya. Kalau sebelumnya sekitar 28-29 derajat Celcius, sekarang sekitar 22-23 derajat Celcius. Begitu juga siangnya cukup terik. Sekitar 30-33 derajat Celius.
Dia memerkirakan, kondisi ini diprediksi bertahan hingga pertengahan September.
Pejabat kelahiran Jombang ini menerangkan, saat ini hampir seluruh Benua Australia mulai musim dingin. Pada awal musim kemarau seperti sekarang ini, berembus angin muson timur-tenggara yang membawa massa udara dari Benua Australia yang bersifat dingin dan kering. Apalagi, kondisi langit sangat cerah. ‘’Karena tidak tertutup awan, energi dari bumi diteruskan secara besar-besaran ke luar angkasa dan berakibat suhu di bumi jadi dingin,’’ jelasnya.
Dampak lain dari fenomena ini, kata Desindra, adalah bertambahnya potensi kecepatan angin di hampir seluruh wilayah Jawa Timur. Ini mengakibatkan gelombang laut tinggi. Di perairan utara Jawa Timur, ketinggian gelombang diprediksi hingga 2,5 meter (m). Tertinggi gelombang di perairan selatan Jawa Timur yang diprediksi mencapai 4 meter. ‘’Dengan kondisi ekstrem ini, masyarakat diimbau waspada dan menjaga kesehatan,’’ ujar Desindra.
Editor : M. Yusuf Purwanto